Image

Fitur Mobil Nyetir Sendiri Tak Bisa Masuk Indonesia Dalam Waktu Dekat

Anton Suhartono, Jurnalis · Sabtu, 17 Juni 2017 - 07:12 WIB
Nissan Serena yang sudah dilengkapi fitur ProPilot (Foto: Reuters) Nissan Serena yang sudah dilengkapi fitur ProPilot (Foto: Reuters)

JAKARTA - Nissan merupakan salah satu produsen mobil yang sudah mengaplikasikan fitur semiotonom para produk model produksinya. Nissan sudah memasarkan Serena dan X-Trail berteknologi semiotonom yang diberi nama ProPilot.

Dengan ProPilot, mobil bisa melaju sendiri tanpa dikendalikan oleh pengemudi. Setir, pedal gas, dan pedal rem, bekerja secara sinergi mengontrol mobil dibantu sensor dan kamera. Pengemudi cukup menekan tombol 'Pilot' di sebelah kanan setir. Namun fitur ini belum bisa diaplikasikan pada mobil Nissan di Indonesia untuk saat ini.

"ProPilot kemungkinan masuk ke pasar Indonesia tidak dalam waktu dekat karena ProPilot itu fitur yang membutuhkan dukungan infrastruktur. Jadi ProPilot ini merupakan fitur yang mensinkronisasi antara kendaraan dan kondisi lingkungan. Kondisi lingkungan ini termasuk di dalammnya adalah marka jalan dan juga mobil-mobil di sekitarnya," terang General Manager Marketing Strategy and Product Planning NMI, Budi Nur Mukmin.

Saat ini mobil Nissan berfitur ProPilot baru dipasarkan di Jepang dan akan menyusul di negera-negara maju lainnya. Alasan tidak bisa masuk cepat ke Indonesia karena permasalahan infrastruktur, dalam hal ini marka jalan.

"Kalau marka jalan di Indonesia tidak bisa dibandingkan dengan di negara modern seperti Jepang. Saya pernah menguji ProPilot waktu di Jepang, memang ProPilot ini kan generasi pertama autonomous drive. Selain dia membaca jarak antara mobil dengan mobil lain (di depannya), dia juga membaca jarak dengan marka jalan. Jadi kalau marka jalannya belok kiri mobil juga ikutan belok kiri. Kalau di Indonesia kan kondisi marka jalan kurang bagus," jelasnya.

ProPilot generasi pertama, tambah Budi, berlaku untuk pengoperasian di satu jalur jalan. Mobil belum bisa berpindah jalur, seperti mendahului kendaraan depannya. Namun ke depan Nissan akan menyempurnakannya sampai mobil benar-benar bisa sepenuhnya melaju sendiri.

"Itu pun ProPilot ini sebenarnya autonomous generasi pertama, dia masih satu jalur. Nanti tahun 2018 dia akan bisa membaca dua jalur. Nanti di 2020 dia sudah membaca secara simultan terhadap semua kondisi lingkungan. Jadi dia masih dalam tahap awal," kata Budi.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming