nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Leher Ditembak Sniper di Marawi, Wartawan Australia Lolos dari Maut

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Jum'at 16 Juni 2017 18:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 06 16 18 1718024 leher-ditembak-sniper-di-marawi-wartawan-australia-lolos-dari-maut-bEwaWKI7Fw.jpg Foto rontgen wartawan Australia, Adam Harvey, yang lehernya ditembak sniper di Marawi. (Foto: ist.)

MARAWI - Nasib baik masih menyelimuti seorang wartawan asal Australia ini. Ia lolos dari maut meski lehernya terkena tembakan sniper kelompok teroris Maute di Marawi. Peluru masih bersarang di leher sang jurnalis ketika meliput pertempuran di wilayah Filipina selatan tersebut.

Adam Harvey, seorang wartawan untuk Australian Broadcasting Corp (ABC), menulis apa yang dia alami di Twitter. "Lucky" tulis Harvey di samping foto X-ray yang menunjukkan peluru yang bersarang di lehernya, dekat dengan tulang punggung.

”Terima kasih semuanya, saya baik-baik saja. Peluru masih ada di leher saya, tapi itu tidak mengenai segala sesuatu yang penting,” lanjut tweet Harvey, yang dikutip Jumat (16/6/2017).

Dalam sebuah video yang dipublikasikan ABC News, Harvey terlihat menggambarkan pengalamannya di Marawi.

”Saya akan baik-baik saja. Mereka ingin memasang penjepit leher, tapi saya pikir itu hanya tindakan pencegahan," ujarnya. "Itu benar-benar seperti saya dipukul dengan bola kriket.”

Direktur ABC News Gaven Morris, dalam sebuah laporan mengatakan bahwa cedera tersebut tidak mengancam nyawa jurnalisnya. ”Koresponden Indonesia Adam Harvey telah terluka saat bertugas di Marawi, Filipina dan saat ini menerima perawatan medis,” kata Morris.

Harvey ditembak di Kota Marawi, di mana pasukan pemerintah Filipina bertempur untuk mengalahkan ratusan militan kelompok Maute yang telah bersumpah setiap kepada kelompok ISIS atau Islamic State.

Juru bicara komite manajemen krisis pemerintah Filipina, Zia Alonto Adiong, mengatakan, wartawan itu berada di dalam kompleks ibu kota provinsi di mana wartawan lokal dan asing berkumpul selama lebih dari tiga minggu pertempuran.

Meski kompleksnya diamankan oleh militer, area itu hanya berjarak sekira dua kilometer dari kantong kota yang dikendalikan oleh para militan Maute.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini