Tak Hanya Takjil, Ini Ramadan Khas Indonesia yang Dikangenin WNI di China

Rufki Ade Vinanda, Okezone · Selasa 20 Juni 2017 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 18 18 1719204 tak-hanya-takjil-ini-ramadan-khas-indonesia-yang-dikangenin-wni-di-china-1w56zjqOF5.jpg WNI Muslim menjalani Ramadan di China. (Foto: Istimewa)

RAKYAT di tiap-tiap negara pasti mempunyai cara masing-masing dalam menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadan. Perbedaan atau keberagaman tersebut tentunya dipengaruhi oleh kebudayaan masing-masing setiap wilayah yang ditinggali.

Seperti di Indonesia, sudah bukan rahasia lagi jika hadirnya bulan suci Ramadan akan disambut dengan meriah. Banyak pasar kuliner dadakan bermunculan, pawai santri dan masih banyak lagi hal-hal menarik yang bisa dijumpai saat Ramadan di Indonesia.

Tentunya ciri khas tersebut akan menjadi salah satu hal yang dirindukan warga negara Indonesia (WNI) yang tidak berada Tanah Air baik itu untuk bekerja atau untuk menempuh pendidikan di negeri orang. Kerinduan akan nuansa Ramadan di Nusantara juga dirasakan oleh seorang WNI yang kini tengah menjadi mahasiswa S-2 di Zhejiang University, China, Fadlan Muzakki.

Ia mengaku, kegiatan khas Ramadan yang paling membuatnya rindu adalah ajang silaturahim berupa buka bersama (bukber). Ya, sebagaimana kita ketahui, ketika Ramadan tiba hampir setiap rumah makan akan dipadati orang-orang yang berbuka puasa dengan teman, kerabat atau keluarga.

"Kalau di Indonesia biasanya jadwal buka bersama sudah padat, dari buka puasa teman-teman SD sampai teman-teman kuliah, bukber keluarga besar, bukber organisasi, bukber teman komunitas, bukber sama sahabat, bukber teman kantor, bukber teman kantor lama dan sebagainya. Ini ngangenin, sih, karena jadi ajang silaturahim, termasuk sama mantan," ujar pria yang kini tengah menempuh pendidikan di jurusan International Relations dengan sedikit bercanda.

Suasana berbuka puasa mahasiswa di China. (Foto: Istimewa)

Namun, Fadlan menegaskan bahwa ritual buka bersama yang paling ia rindukan adalah berbuka puasa dengan keluarga.

"Yang paling kangen itu buka puasa bareng keluarga saya, ayah, ibu dan adik di rumah. Biasanya makan kolak, es buah, timun suri, dan makanan khas lainnya. Tapi apa daya sekarang cuma bisa menikmati fotonya saja," imbuh Fadlan kepada Okezone beberapa waktu lalu.

Selain itu, pria berprestasi itu juga mengaku merindukan sesuatu yang tak bisa ia temui di Negeri Tirai Bambu yakni kumandang salawat yang terdengar dari masjid-masjid menjelang ibadah salat tarawih.

"Biasanya kalau sahur kan suka ada anak-anak kecil yang teriak-teriak membangunkan orang untuk sahur. Dan biasanya juga dengar lantunan salawat dari masjid. Itu juga bikin kangen," terangnya.

Tak ketinggalan kuliner khas Indonesia seperti gorengan juga dirindukan pria yang hobi berorganisasi itu. Uniknya, selain gorengan, Fadlan justru mengaku merindukan cita rasa mi instan asli Indonesia yang di China harganya bisa puluhan kali lipat per kemasan.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini