nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lestarikan Pari Mobula, Alumni Undip Raih Award di Inggris

Susi Fatimah, Jurnalis · Sabtu 24 Juni 2017 12:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 06 18 65 1719051 lestarikan-pari-mobula-alumni-undip-raih-award-di-inggris-Z703q7W32Y.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Alumni Universitas Diponegoro (Undip), Amelia Setya Nur Kumala berhasil memperoleh prestasi di kancah internasional dalam Future Conservationist Award dari lembaga Conservation Leadership Programme (CLP), United Kingdom.

Penghargaan diberikan dalam rangka mendukung proyek inovatifnya untuk mengurangi bycatch pari mobula dalam perikanan skala kecil di Indonesia.

Dalam menerima penghargaan ini Amelia tidak sendiri, dia berkolaborasi dengan rekan MantaWatch dan alumni ilmu kelautan Universitas Padjajaran (Unpad) yaitu Vidlia P. Rosady dan Retno K. Ningrum. Ketiganya bekerja di bawah bimbingan Andrew Harvey (MantaWatch CEO) dan Niomi Pridina (MantaWatch Education Coordinator).

Memiliki latar belakang pendidikan biologi dan ilmu kelautan, mereka membentuk suatu proyek penelitian penerapan alat tangkap (jaring) ramah lingkungan sebagai upaya mengurangi bycatch pari mobula dalam perikanan skala kecil di Indonesia.

Proyek tersebut rencananya akan dimulai pada Juli 2017 di Taman Nasional Alas Purwo dan Ujung Kulon dimana perairannya merupakan habitat penting bagi pari mobula, terutama untuk mencari makan dan perkembangbiakan.

Kedua wilayah tersebut juga mendukung perikanan skala kecil yang meluas yang tercatat memiliki insiden bycatch pari mobula yang tinggi.

Pari mobula adalah spesies bermigrasi yang rentan terhadap kepunahan akibat tingkat reproduksi yang rendah dan kematangan reproduksi yang lamban. Genus ini menjadi perhatian konservasi internasional dan baru-baru ini diusulkan kedalam Appendix II Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Langka (CITES) pada Oktober 2016.

Global Sharks and Rays Initiative, sebuah koalisi dan inisiatif LSM konservasi dan lembaga penelitian internasional di bidang hiu dan pari, melaporkan bahwa Indonesia adalah negara dengan keragaman hiu dan pari terbesar di dunia, tapi juga memiliki ancaman terbesar.

Proyek yang Amelia lakukan bersama timnya akan menyelidiki kelayakan teknologi, sosial, dan ekonomi dari penggunaan alat tangkap inovasinya untuk mengurangi bycatch dalam perikanan jaring hanyut (drifting gillnet) skala kecil di Indonesia.

“Proyek ini akan mengidentifikasi cara-cara untuk mengurangi bycatch yang tidak diinginkan dalam perikanan skala kecil. Hal ini sejalan dengan misi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menyelamatkan populasi ikan hiu dan pari di Indonesia. Kami juga berharap hal ini menguntungkan bagi para nelayan, termasuk dalam membantu mereka memenuhi persyaratan pasar perikanan berkelanjutan (sustainable seafood market)," ujar Vidlia seperti dilansir dari laman Undip, baru-baru ini.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini