Image

Ramadan, Dosen di AS Ini Beri Kelonggaran Waktu Ujian bagi Mahasiswa Muslim

Siska Permata Sari, Jurnalis · Senin, 19 Juni 2017 - 08:17 WIB
Mahasiswa Prof Bryan White Mahasiswa Prof Bryan White

WASHINGTON - Musim ujian akhir memang berat. Apalagi jika ujian itu dilakukan tepat di bulan puasa. Sebab tubuh tak mendapat asupan makanan menjelang ujian berlangsung. Inilah yang dirasakan umat muslim selama bulan Ramadan.

Melihat itu, seorang profesor di University of Washington membuat ujian akhirnya lebih longgar bagi mahasiswanya terutama untuk yang menjalankan ibadah puasa.

Dia adalah Bryan White. Seorang profesor Biologi yang memutuskan untuk mengadakan dua ujian yaitu ujian sesuai jadwal (pagi atau siang hari) dan ujian yang dilakukan usai waktu maghrib. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa muslim yang menjalankan ibadah puasa bisa makan dan minum sebelum mengikuti ujian.

"Tujuan saya adalah untuk mendukung pendidikan bagi semua mahasiswa saya," ungkap White seperti yang dilansir dari USA Today, Senin (19/6/2017).

Rupanya keputusan White ini berangkat dari pengalamannya dua tahun silam. Saat itu ia melihat seorang mahasiswa yang biasanya tampil prima dalam ujian, saat itu malah loyo dan performanya turun. Saat ditanyai alasannya, mahasiswa itu mengaku sulit untuk fokus karena dia sedang menjalankan puasa Ramadan.

Seorang mahasiswa muslim Somasundaram mengaku senang dengan keputusan yang diambil dosennya itu. "Saya pribadi merasa bahwa saya tampil jauh lebih baik saat saya makan sebelum ujian," ungkapnya. Ia juga mengatakan bahwa keputusan yang diambil White itu merupakan keputusan yang bijak dan adil.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming