Image

En Marche! Dominasi Perolehan Suara Pemilu Prancis

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin, 19 Juni 2017 - 04:18 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron memberikan suaranya dalam pemilihan presiden, Mei 2017. (Foto: Reuters) Presiden Prancis Emmanuel Macron memberikan suaranya dalam pemilihan presiden, Mei 2017. (Foto: Reuters)

PARIS – Partai baru yang dibentuk Presiden Prancis Emmanuel Macron mendapatkan suara terbanyak dan memenangkan pemilihan umum (pemilu) Prancis pada Minggu, 18 Juni. Kemenangan ini memberi peluang bagi aliran tengah untuk mengubah politik Prancis dan merombak undang-undang ketenagakerjaan yang ketat.

Proyeksi lembaga pemungutan suara memprediksi Partai En Marche! bentukan Macron memperoleh 355 sampai 365 kursi dari 577 kursi di Majelis Nasional, majelis rendah parlemen yang kuat. Jumlah itu jauh lebih banyak dari 289 kursi yang dibutuhkan untuk menjadi mayoritas mutlak yang dibutuhkan untuk menjalankan program-programnya.

"Melalui suara mereka, mayoritas rakyat Prancis telah memilih harapan atas kemarahan," demikian disampaikan Perdana Menteri Prancis Edouard Phillipe merespons prediksi hasil pemilu sebagaimana dilansir dari Associated Press, Senin (19/6/2017).

Dengan 82 persen suara yang telah dihitung, Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa partai Macron mendapatkan 42 persen suara, partai konservatif Republik mendapatkan 22 persen dan partai sayap kanan Front Nasional memperoleh 10 persen suara. Sementara partai Sosialis yang berkuasa di Prancis sebelum kemenangan Macron pada Mei 2017, terpuruk dengan hanya mendapatkan 6 persen suara.

Meski hasil pemilu ini diprediksi akan memuluskan langkah Macron dalam memerintah Prancis lima tahun mendatang, ternyata banyak rakyat yang kurang antusias menyambutnya. Hal itu terlihat dari rendahnya partisipasi pemilih yang rendah. Pakar berpendapat, hal itu disebabkan oleh kejenuhan rakyat pasca pemilihan presiden pada Mei lalu dan kekecewaan para pemilih terhadap politik.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming