Image

HISTORIPEDIA: Kaisar Pertama dan Terakhir Meksiko Dihukum Mati

Silviana Dharma, Jurnalis · Senin, 19 Juni 2017 - 06:08 WIB
Maximilian memerintah Meksiko dari 1864 sampai 1867. (Foto: Special Collectio Librari University of Arizona) Maximilian memerintah Meksiko dari 1864 sampai 1867. (Foto: Special Collectio Librari University of Arizona)

TAK banyak yang tahu bahwa Meksiko, pernah dikuasai oleh seorang kaisar. Meskipun kaisar terakhirnya adalah boneka Prancis.

Kaisar boneka tersebut adalah seorang archduke Austria bernama Ferdinand Maximilian. Ia menjadi kaisar nun jauh di Amerika Utara atas penunjukkan dari Maharaja Prancis Charles Louis-Napoleon Bonaparte atau lebih dikenal sebagai Napoleon III.

Melansir History, Senin (19/6/2017), kisahnya bermula pada 1861. Ketika Meksiko diperintah oleh kelompok liberal dan menempatkan Benito Juarez sebagai presidennya.

Ketika Juarez menjabat, negara sedang hancur-hancurnya. Krisis keuangan membelit Meksiko dan dia dipaksa membayar utang kepada sejumlah pemerintahan di Eropa. Di antaranya, ialah Inggris, Spanyol dan Prancis.

Lantaran utang negara warisan suku Aztec itu tidak kunjung membayar. Ketiga negara mengirimkan armadanya untuk menagih. Setelah negosiasi panjang, Inggris dan Spanyol setuju memberikan tambahan waktu. Mereka pulang ke negaranya masing-masing.

Tidak demikian halnya dengan Prancis. Negeri Mode mengambil kesempatan ini untuk memperluas pengaruhnya di luar Benua Biru. Ia pun menempatkan Maximilian sebagai kaisar di Meksiko.

Hal tersebut tentunya ditentang Presiden Juarez dan segenap rakyatnya. Perang pun berkecamuk. Masing-masing mempersiapkan pasukan terbaiknya. Meski begitu, Meksiko kalah jumlah.

Prancis menyerbu Veracruz dengan kekuatan 6 ribu tentara di bawah komando Jenderal Charles Latrille de Lorencez. Sementara Meksiko hanya bermodalkan 2 ribu tentara di bawah aba-aba Jenderal Ignacio Zaragoza.

Kedua pasukan yang tak imbang jumlah ini bertemu di Puebla de Los Angeles, sebuah kota kecil di timur-tengah Meksiko. Pada 5 Mei 1862, Lorencez memulai serangannya dari utara dipersenjatai artileri berat.

Pertarungan berlangsung dari fajar menyingsing hingga petang menjelang. Hasilnya, Prancis mundur setelah kehilangan hampir 500 tentara, sedangkan Meksiko menderita kekalahan kurang dari 100 jiwa.

Meskipun belum mencapai kemenangan besar dalam keseluruhan perang melawan Prancis, keberhasilan Zaragoza di Puebla memukul mundur Lorencez cs merupakan kemenangan moral yang besar bagi pemerintah Meksiko. Kejadian itu juga membuktikan kalau Meksiko mampu mempertahankan kedaulatannya terhadap ancaman negara asing yang tampak lebih kuat sekali pun.

Setelah enam tahun membelenggu Meksiko, Prancis baru benar-benar mengakui kekalahannya. Hal ini terjadi berkat tekanan dari Amerika Serikat.

Ketika pasukan Prancis mundur, mereka meninggalkan Kaisar Maximilian sendirian tanpa penjagaan. Pada 19 Juni 1867, Presiden Juarez langsung memerintahkan penangkapan dan sekaligus menghukum mati kaisar boneka tersebut. Begitulah ajal menjemput bangsawan Austria yang hanya sempat bertakhta selama empat tahun tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming