Image

Menantu Donald Trump Akan ke Timur Tengah Temui Netanyahu dan Abbas

Silviana Dharma, Jurnalis · Senin, 19 Juni 2017 - 11:42 WIB
Jared Kushner dalam suatu rapat bersama Trump. (Foto: Reuters) Jared Kushner dalam suatu rapat bersama Trump. (Foto: Reuters)

WASHINGTON DC – Menantu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jared Kushner, akan terbang ke Timur Tengah pekan ini untuk menjalankan misi perdamaian. Sebagai penasihat senior Gedung Putih, ia berencana menemui Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Yerusalem dan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, di Ramallah. Kepergiannya ini akan didampingi oleh asisten Trump sekaligus perwakilan khusus negosiasi internasional AS, Jason Greenblatt.

Gedung Putih mengonfirmasi, Greenblatt akan tiba di Timur Tengah pada Senin 19 Juni. Sementara Kushner menyusul pada Rabu 21 Juni.

Kunjungan dinas suami Ivanka Trump itu disinyalir akan menjadi salah satu follow up terbesar setelah kedatangan Donald Trump ke kawasan tersebut bulan lalu. Seorang pejabat Gedung Putih yang menolak disebutkan namanya menjelaskan, pertemuan semacam ini akan sering terjadi. Namun begitu, bukan berarti perjanjian damai itu akan segera terwujud dalam waktu dekat.

“Penting untuk diingat bahwa menyusun perjanjian damai bersejarah butuh waktu dan untuk bisa mencapai kemajuan, kemungkinan besar akan ada banyak kunjungan semacam ini,” terangnya, seperti diwartakan Washington Post, Senin (19/6/2017).

Ia menjelaskan dalam negosiasi itu, nantinya Kushner dan Greenblatt bisa saja pergi berdua seperti pekan ini. Namun ada kalanya, mereka akan bertandang secara terpisah. Misalnya yang satu hanya ke Israel, sedangkan yang satu lagi berbicara kepada Palestina. Selanjutnya juga bisa saja ada kunjungan balasan dari kedua negara itu ke Washington.

“Mereka juga bisa bertemu di lokasi lain. Tapi intinya adalah untuk melakukan pembicaraan yang substantif,” urainya.

Kushner dan Greenblatt adalah dua pejabat yang banyak membantu Trump menjadwalkan kunjungan ke Yerusalem pada 22-23 Mei. Sang menantu juga berperan penting merencanakan pertemuan Trump dengan pemimpin Arab Saudi beberapa waktu lalu untuk memperkukuh perlawanan terhadap teroris dan ekstremisme.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika kedua orang ini sekali lagi dipercayakan untuk memimpin misi perdamaian AS untuk Timur Tengah. Pejabat Gedung Putih yang sama menekankan, kedua penasihat presiden itu sangat menghormati proses negosiasi dan bekerja sama dengan kementerian lain, seperti Kementerian Luar Negeri yang diketuai Rex Tillerson dan Dewan Keamanan Nasional pimpinan H R McMaster.

“Presiden Trump telah memperjelas bahwa bekerja untuk mencapai kesepakatan damai antara Israel dan Palestina merupakan prioritas utama baginya. Dia sangat percaya kalau perdamaian itu mungkin terwujud,” tegasnya.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming