Image

Terkena Konflik Diplomatik, Qatar Sebut Itu Aksi Publisitas

Emirald Julio, Jurnalis · Senin, 19 Juni 2017 - 16:02 WIB
Foto Kota Doha, Qatar (Foto: Reuters) Foto Kota Doha, Qatar (Foto: Reuters)

DOHA – Otoritas Qatar akhirnya membuka suara terkait pemutusan diplomatik yang dilakukan oleh Arab Saudi dan sekutunya. Doha mengklaim konflik diplomatik itu merupakan aksi publisitas semata.

Awal Juni, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir mengambil langkah keras dengan memutus hubungan diplomatik serta memblokade akses untuk Qatar. Keputusan ini diambil Saudi dan sekutunya karena dugaan Qatar mendukung kegiatan terorisme serta berhubungan dekat dengan Iran.

“Blokade tersebut telah berlangsung selama dua pekan dan negara-negara yang memblokade tidak menawakan rancangan untuk menyelesaikan krisis tersebut,” ujar Direktur Komunikasi Pemerintah Qatar, Sheikh Saif Bin Ahmed al-Thani, sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin (19/6/2017)

Al-Thani mengatakan, ia menyayangkan Arab Saudi dan sekutunya memilih untuk menginvesikan waktunya dalam sebuah kampanye propaganda tak berdasar. “Negara-negara yang memblokade menggunakan terorisme sebagai aksi publisitas,” tambahnya.

Pemutusan hubungan diplomatik ini sontak mempengaruhi kehidupan warga Qatar baik di dalam dan luar Doha. Pasalnya, warga Qatar yang berada di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab diberikan waktu 14 hari untuk meninggalkan negara mereka. Selain itu sempat ada kepanikan juga di Doha terkait ketersediaan pasokan barang yang dikhawatirkan menipis akibat ditutupnya akses oleh Arab Saudi.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming