Image

Soal SMS Ketum Perindo Hary Tanoe, Pakar Hukum Chairul Huda: Pernyataan Jaksa Agung Melawan Hukum!

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 19 Juni 2017, 11:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 06 19 337 1719572 soal-sms-hary-tanoe-pakar-hukum-chairul-huda-pernyataan-jaksa-agung-melawan-hukum-rRgEo9NBf1.jpg Pakar Hukum Chairul Huda (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pakar hukum dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Chairul Huda menilai, tindakan Jaksa Agung HM Prasetyo menyebut, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe) tersangka dalam kasus yang ditangani polisi menandakan adanya intervensi.

Padahal, saat ini Bareskrim Polri masih menyelidiki kasus pesan singkat dari Hary Tanoe kepada Jaksa Yulianto. Selain tidak pantas, kata dia, pernyataan Jaksa Agung itu melanggar undang-undang (UU).

“Jadi ini melanggar undang-undang dan melawan hukum,” katanya.

Sebelumnya, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul menyatakan Hary Tanoe masih berstatus saksi terlapor dalam kasus SMS. Polisi, kata Martinus, baru akan melakukan gelar perkara pada Minggu 25 Juni 2017. “Sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan yang akan kita gelar secara internal se hingga kita bisa menentukan apakah kasus ini akan kita naikkan ke proses penyidikan atau tidak,” kata Martinus.

Pernyataan Martinus sekali gus membantah komentar tendensius Jaksa Agung yang menyatakan Hary Tanoe telah menjadi tersangka kasus SMS. Polemik ini berawal dari langkah Jaksa Yulianto yang melaporkan Hary Tanoe ke Bareskrim Polri pada 28 Januari 2016 atas tuduhan melanggar Pasal 28 UU ITE.

SMS yang dikirimkan HT kepadanya pada 5 Januari 2016 dianggap Jaksa Yulianto sebagai ancaman. Tak cukup bukti, kasus itu tidak ditindaklanjuti. Yang janggal, setelah 1,5 tahun kasus tersebut tiba-tiba kembali diangkat. HT di panggil Bareskrim Polri untuk dimintai keterangan terkait SMS itu pada Senin 12 Juni 2017 dan berstatus sebagai saksi terlapor.

(ran)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini