Image

Bahas RUU Pemilu, Pansus dan Pemerintah Gelar Rapat Tertutup

Bayu Septianto, Jurnalis · Senin, 19 Juni 2017 - 13:10 WIB
Rapat Pansus RUU Pemilu bersama pemerintah diwakili Mendagri Tjahjo Kumolo (Foto: Bayu Septianto) Rapat Pansus RUU Pemilu bersama pemerintah diwakili Mendagri Tjahjo Kumolo (Foto: Bayu Septianto)

JAKARTA - Rapat Panitia Khusus (Pansus) RUU Pemilu kembali digelar, Senin (19/6/2017). Rapat langsung diawali dengan penyampaian hasil lobi lima isu krusial secara tertutup bersama pemerintah yang diwakili Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

"Saran pertama tertutup terbatas, hanya pemerintah dan Pansus yang menyampaikan. Nanti hasilnya akan disampaikan di forum terbuka atau sebaliknya," jelas Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu Ahmad Riza Patria Riza di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (19/6/2017).

Diketahui, ada lima isu krusial yang disepakati. Yakni, soal ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) ambang batas parlemen (parliamentary threshold), metode konversi suara ke kursi, alokasi kursi ke dapil, dan sistem pemilu.

Sebelumnya, Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy mengungkapkan, akan terdapat tiga skenario pengambilan kesepakatan dalam rapat Pansus hari ini.

Pertama, akan tercapainya kesepakatan terhadap hasil lobi lintas fraksi terhadap lima isu krusial sehingga Pansus tinggal menetapkannya sebagai keputusan pansus.

"Yang selanjutnya akan ditetapkan di dalam rapat paripurna DPR terdekat," ujar Lukman.

Skenario kedua, adanya kemungkinan tidak tercapainya secara bulat terhadap lima isu krusial, atau dapat dikatakan hasil lobi tidak berhasil secara bulat. Terhadap kondisi ini, Pansus akan menetapkan paket-paket sebagai variasi terhadap pilihan fraksi yang berbeda-beda.

Kemudian, paket-paket yang berbeda ini bisa diambil keputusannya di tingkat pansus atau bisa juga akan diambil keputusan di tingkat sidang paripurna DPR.

"Jika di tingkat paripurna maka Pansus akan mempersiapkan kertas suara untuk dilakukan voting di tingkat pansus. Sementara jika mau diambil keputusan di tingkat pansus maka cukup dilakukan jajak pendapat dari perwakilan fraksi fraksi di pansus," papar Lukman.

Lalu bagaimana bila skenario satu maupun dua tidak tercapai? Menurut Lukman, pansus nantinya hanya akan mempersiapkan agenda voting di tingkat sidang paripurna terdekat. Voting akan dilakukan secara satu per satu dari lima isu krusial tersebut.

Supaya efektif, lanjut Lukman, maka akan didesain dengan satu kertas suara, sehingga setiap anggota DPR dapat memilih lima isu krusial dalam satu kesempatan, lalu akan dilakukan rekapitulasi, sehingga hasil akhirnya adalah hasil rekapitulasi tersebut.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming