Image

Pengamat: Jika Saya Ambil 100 Orang Sampel, 99 Orang Akan Bilang SMS Hary Tanoe Bukan Ancaman

Tim Okezone, Jurnalis · Senin, 19 Juni 2017 - 21:37 WIB

JAKARTA - Pengamat Hukum Pidana dari Universitas Tarumanegara, Herry Firmansyah menganggap bahwa SMS yang disampaikan Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo tidak terdapat unsur ancaman.

Bahkan, Herry mencontohkan, jika ia mengambil sampel 100 orang untuk ditanyakan apakah ada unsur ancaman dalam SMS tersebut, ia meyakini hampir seluruhnya sependapat dengan dirinya, bahwa tak ada unsur ancaman dari SMS Hary Tanoe.

"Ancaman itu bisa fisik bisa psikis, lihat (SMS itu) dengan jernih dan dibacakan tanpa emosional. Saya yakin hampir semua orang, jika diambil 100 sampel mungkin 90 atau bahkan 99 orang mengatakan bahwa SMS Pak Hary Tanoe tidak ada unsur ancaman," jelas Herry dalam acara diskusi di iNewsTV, Senin (19/6/2017).

Bahkan, Hary Tanoe pun menyampaikan pesan berupa kalimat yang mengingatkan ke Jaksa Yulianto, bukan mengancam. Menurut Herry, hal tersebut lumrah dilakukan seorang warga negara kepada pihak penegak hukum.

"Dalam SMS itu, saat menyebut oknum pun Hary Tanoe tidak menyebut secara personal, tapi menggunakan kalimat 'oknum-oknum yang abuse of power', sangat sopan menurut saya. Kalimat mengingatkan itu memang ada, yang namanya jabatan itu tidak langgeng, itu suatu proses yang biasa dan lumrah bukan bentuk ancaman," papar Herry.

Sebagaimana diketahui, Jaksa Yulianto melaporkan Hary Tanoe ke Bareskrim Polri pada 28 Januari 2016 atas tuduhan melanggar Pasal 28 UU ITE. SMS yang dikirimkan Hary Tanoe kepadanya pada 5 Januari 2016 dianggap Jaksa Yulianto sebagai ancaman.

Tak cukup bukti, kasus itu tidak ditindaklanjuti. Kini setelah 1,5 tahun kasus tersebut kembali diangkat. Hary Tanoe dipanggil Bareskrim Polri untuk dimintai keterangan terkait SMS itu pada Senin 12 Juni pagi dan berstatus sebagai saksi terlapor.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming