Image

Penerapan Full Day School Akan Pengaruhi Kultur Masyarakat Daerah

Syamsul Maarif, Jurnalis · Selasa, 20 Juni 2017 - 04:30 WIB

PANGANDARAN - Penerapan full day school atau sekolah sehari penuh terus menuai kontroversi. Penerapan kebijakan pengajaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tersebut dinilai sejumlah pihak telah membuat kreativitas anak dibatasi.

Salah satu orangtua siswa di Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran Jana (37) menilai, penerapan full day school akan berdampak pada kultur masyarakat dan harus dievaluasi kembali.

"Apakah terpikir oleh pemerintah nasib keluarga miskin yang orangtuanya memerlukan bantuan anaknya bekerja setelah selesai jadwal sekolah," kata Jana.

Jana menambahkan, kultur masyarakat di daerah terbiasa melibatkan anaknya dalam beraktivitas seperti berkebun, mengembala hewan ternak, mencari kayu bakar dan kegiatan yang sekiranya bisa dikerjakan anaknya.

"Kami khawatir dengan diberlakukannya full day school akan berpengaruh terhadap beban aktivitas keluarga miskin karena anaknya tidak bisa membantu aktivitas orangtua," tambahnya.

Beban ongkos dan biaya makan atau jajan siswa tentunya akan berbeda antara jadwal sekolah seperti biasanya dengan kondisi jika diterapkan full day school.

"Biaya pemenuhan kebutuhan anak sekolah akan tinggi, sementara orangtuanya bekerja di kebun tidak terbantu anaknya," papar Jana.

Sementara salah satu guru Madrasah Diniyah di Kecamatan Parigi, Aisyah mengatakan, penerapan full day school akan berdampak juga kepada aktivitas pengajian rutin yang telah berjalan.

"Sekarang rata-rata jadwal pengajian di Madrasah Diniyah diselenggarakan setelah selesai sekolah, jika full day school diberlakukan akan mengganggu program kurikulum pengajian yang sudah tersusun," kata Aisyah.

Aisyah juga menjelaskan, untuk menerapkan full day school juga tidak menjamin siswa/siswi betah di sekolah seharian. "Secara psikologi anak akan merasa jenuh dan tidak semuanya siap menerima setiap materi ajar yang disajikan, dampaknya anak akan mudah jenuh dan stres," tambahnya.

Aisyah berharap, pemerintah menangguhkan kebijakan full day school dan melakukan berbagaj pertimbangan dan sinkron dengan kondisi juga kultur masyarakat.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming