Image

Mendikbud Ngaku Kebijakan Full Day School Direstui Presiden

Muhadjir Effendi (Foto: Antara)

Muhadjir Effendi (Foto: Antara)

JAKARTA - Pemerintah akan melansir peraturan presiden untuk meredam polemik akibat kebijakan 5 hari sekolah atau full day school yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Namun, belum jelas apakah kebijakan 5 hari sekolah itu jadi diterapkan atau tidak pada tahun ajaran 2017/2018.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menuturkan langkahnya menerbitkan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah berdasarkan persetujuan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dia menyebutkan, persetujuan tersebut didapatkan dalam Rapat Terbatas (Ratas) bertema Tindak Lanjut Nation Branding 3 Februari 2017 lalu.

“Jadi, saya mau klarifikasi kalau saya tidak bergerak sendiri dalam menerbitkan aturan (lima hari sekolah) itu. Kebijakan itu sudah disetujui oleh Bapak Presiden,” ujarnya seusai konferensi pers bersama Ketua Umum Majelis Ulama Maruf Amin di Kantor Presiden, Senin (19/6/2017).

Dalam risalah ratas yang diteken oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung pada 21 Februari 2017 tersebut, disebutkan bahwa, “Presiden menyetujui usulan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait upaya menyinkronkan libur sekolah dengan libur pegawai, sehingga hari Sabtu dan Minggu dapat digunakan sebagai waktu berlibur masyarakat untuk menikmati kekayaan budaya dan alam Indonesia. Oleh karena itu, hal tersebut agar ditindaklanjuti.”

Dia menyatakan, jadi atau tidaknya penerapan kebijakan lima hari sekolah akan menunggu perpres tersebut. “Sabar ya, tunggu perpres.”

(sus)
Live Streaming
Logo
breaking news x