Image

Filipina Dilanda Krisis Marawi, Kemlu: Insya Allah Sandera WNI Selamat

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa, 20 Juni 2017 - 22:27 WIB
Militan Abu Sayyaf. (Foto: AFP) Militan Abu Sayyaf. (Foto: AFP)

JAKARTA – Kaburnya Pemimpin Tertinggi Abu Sayyaf, Isnilon Hapsilon, dari Basilan ke Marawi, tidak membawa bahaya terhadap tujuh orang nelayan Indonesia yang disandera di Pulau Sulu. Sebab, ketujuh orang tersebut berada di tangan kelompok Abu Sayyaf yang berbeda.

“Insya Allah keselamatan sandera di Sulu tidak terpengaruh kondisi di Marawi. Justru memberi peluang upaya pembebasan di Sulu,” ujar Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal dalam press briefing mingguan di Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (20/6/2017).

Ia menambahkan, kondisi tujuh sandera tersebut masih berada di Sulu. Upaya pembebasan terus dilakukan. Akan tetapi, dibutuhkan beberapa penyesuaian yang dilakukan. Berdasarkan informasi terakhir, satu orang sandera mengalami sakit sementara yang lain dalam kondisi baik.

“Satu orang sedang sakit. Kami sudah menyampaikan kepada pihak keluarga. Kita berharap yang bersangkutan sakitnya tidak parah,” sambung Iqbal.

Sebagaimana diberitakan, tujuh orang anak buah kapal (ABK) asal Indonesia diculik oleh Abu Sayyaf di perairan dekat Sulu pada 2016. Hingga saat ini upaya untuk membebaskan para WNI tersebut terus dilakukan meski sudah berlangsung hampir setengah tahun.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming