Image

Kapolri Minta Novel Baswedan Buktikan Keterlibatan Petinggi Polri

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa, 20 Juni 2017 - 07:40 WIB
Novel Baswedan korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (Foto: Antara) Novel Baswedan korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (Foto: Antara)

JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyayangkan pernyataan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, yang‎ menyebut adanya keterlibatan petinggi Polri dalam kasus teror penyiraman air keras.

Dengan adanya pernyataan tersebut, Tito akan menerjunkan tim ke Singapura untuk mengecek kebenaran pernyataan Novel Baswedan. Tito pun meminta Novel kooperatif untuk membuktikan keterlibatan anggota Korps Bhayangkara dalam kasusnya itu.

"Kalau itu fakta hukum, buktikan. Dari Polri siap akan proses hukum. Kita akan lakukan penyelidikan dan kita terbuka terhadap hasil penyelidikan‎," kata Tito usai melakukan koordinasi dengan petinggi KPK, di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin 19 Juni 2017.

Namun memang, apabila Novel tidak dapat membuktikan keterlibatan petinggi Polri dalam kasusnya tersebut, menurut Tito, itu akan menciptakan ketidakharmonisan antara KPK dan institusi Polri.

"Tapi kalau itu merupakan satu isu, saya dari Polri menyayangkan karena ini berakibat buruk bagi image institusi kepolisian dan KPK," cetusnya.

Dalam kasus ini, Novel mendapatkan teror penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal usai menjalankan Solat Subuh di sebuah Masjid di kawasan rum‎ahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017.

Akibatnya, Novel mengalami kerusakan mata yang cukup parah hingga harus dilarikan ke Singapura. Saat ini, Novel sudah hampir dua bulan lebih‎ dilakukan perawatan medis di Rumah Sakit di Singapura. (ulu)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming