Image

Ketum Perindo Dizalimi, Pernyataan Jaksa Agung di Kasus SMS Hary Tanoe Dinilai Langkah Gegabah

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa, 20 Juni 2017 - 08:31 WIB

JAKARTA - Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Nico Uskono menilai bahwa pernyataan Jaksa Agung mengungkapkan hal yang tak mendasar dengan menyatakan bahwa Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo sudah menjadi tersangka dalam kasus SMS kepada Jaksa Yulianto.

Nico menilai, pernyataan tersebut tak bisa dipertanggungjawabkan secara hukum, bahkan bisa dianggap sebagai langkah gegabah dari seorang Jaksa Agung yang notabene merupakan penegak hukum untuk masyarakat.

“Dengan pernyataan Jaksa Agung yang gegabah, dapat disimpulkan bahwa Jaksa Agung Prasetyo telah mengabaikan prosedur hukum yang seharusnya ditempuh," jelas Nico dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (20/6/2017).

Nico juga merasa heran dengan pernyataan Jaksa Agung yang seolah tak mengerti prosedur hukum, dengan memberi label tersangka kepada seseorang meski belum dilakukan penyelidikan secara mendalam.

"Bagaimana mungkin seseorang dengan mudah diberikan status tersangka padahal belum dilakukan penyelidikan yang mendalam,” ujar Nico.

Sebagaimana diketahui, Jaksa Yulianto melaporkan Hary Tanoe ke Bareskrim Polri pada 28 Januari 2016 atas tuduhan melanggar Pasal 28 UU ITE. SMS yang dikirimkan Hary Tanoe kepadanya pada 5 Januari 2016 dianggap Jaksa Yulianto sebagai ancaman.

Tak cukup bukti, kasus itu tidak ditindaklanjuti. Kini setelah 1,5 tahun kasus tersebut kembali diangkat. Hary Tanoe dipanggil Bareskrim Polri untuk dimintai keterangan terkait SMS itu pada Senin 12 Juni pagi dan berstatus sebagai saksi terlapor.

Jaksa Agung pun secara mengejutkan mengungkapkan bahwa Hary Tanoe sudah menjadi tersangka dalam kasus ini. Padahal polisi membantah kabar tersebut dengan menyebut kasus ini masih di tahap awal penyelidikan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming