Image

Ketum Perindo Dizalimi, Pakar Hukum: Nuansa Politik Sangat Kental Jelang Pemilu 2019

Melly Puspita, Jurnalis · Selasa, 20 Juni 2017 - 09:57 WIB
Ketua Umum Hary Tanoesoedibjo (Foto: MNC Media) Ketua Umum Hary Tanoesoedibjo (Foto: MNC Media)

PALEMBANG – Kasus pelaporan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo oleh jaksa Yulianto ke Bareskrim dinilai memiliki nuansa yang sangat politis. Jaksa Agung M.Prasetyo secara terbuka menyatakan bahwa Hary Tanoe menjadi tersangka dalam kasus SMS yang dilaporkan Januari 2016 lalu iut.

Pandangan itu disampaikan pakar hukum yang sekaligus menjabat sebagai Ketua DPW Perindo Sumatera Selatan, Febuar Rahman. Ia menilai pernyataan Jaksa Agung tidak masuk dalam kategori hukum melainkan pernyataan politis.

"Itu kental sekali nuansa politiknya, karena mengatakan Hary Tanoe sebagai tersangka bukanlah wewenang Jaksa Agung, Jaksa Agung ini dari partai Politik yang pada 2019 nanti akan menjadi pesaing bagi Perindo," ujar Febuar Rahman.

Menurut Febuar Rahman, kasus ini merupakan upaya dari Jaksa Agung untuk menjatuhkan figur Hary Tanoe sebagai Ketua Umum Partai Perindo. Terlebih pada Pemilu 2019 berbagai tindakan yang menjatuhkan reputasi Perindo akan kentara dilakukan. Mengingat Partai perindo saat ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat.

"Ini adalah bentuk ke khawatiran mereka untuk berhadapan dengan Partai Perindo 2019 mendatang. Jaksa agung memang tak seharusnya mengatakan hal seperti itu," cetus Febuar.

Seperti diketahui, Jaksa Agung memberikan pernyataan kepada awak media bahwa Hary Tanoesoedibjo telah menjadi tersangka atas dugaan melakukan ancaman terhadap Jaksa Yulianto.

Sementara itu, Bareskrim Mabes Polri telah membantah bahwa petinggi Partai Perindo itu menjadi tersangka. Saat ini, kasus yang dilaporkan Jaksa Yulianto Januari 2016 lalu itu masih dalam tahap penyelidikan dan status Hary Tanoe sebagai saksi terlapor.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming