Image

Ketum Perindo Dizalimi, Emrus Sihombing: Siapapun Penyebar Hoax Harus Bertanggung Jawab

Ferio Pristiawan Ekananda, Jurnalis · Selasa, 20 Juni 2017 - 10:12 WIB
Ketua Umum Hary Tanoesoedibjo (Foto: MNC Media) Ketua Umum Hary Tanoesoedibjo (Foto: MNC Media)

JAKARTA - Beberapa waktu lalu, Jaksa Agung M Prasetyo melontarkan pernyataan terkait status hukum Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo. Ia menyebut Hary Tanoe telah berstatus tersangka atas kasus SMS ke Jaksa Yulianto. Namun hal itu telah dibantah oleh Mabes Polri.

Pakar Komunikasi Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing mengatakan bahwa siapapun yang salah dalam memberikan informasi (hoax) ke publik harus dapat bertanggung jawab.

"Ya siapapun yang menginformasikan sesuatu yang tidak akurat harus bertanggung jawab atas kesalahannya tersebut, karena menginformasikan hal yang tidak akurat itu memiliki konsekuensi moral dan hukum," ujarnya kepada Okezone, Selasa (20/6/2017).

Salah satu bentuk konkret pertanggung jawabannya, salah satunya adalah dengan mundur dari jabatannya. Sehingga kejadian seperti ini tidak lagi kembali terulang di kemudian hari.

"Bahasa sederhananya ya mengundurkan diri lah, evaluasi diri apakah ucapan saya benar? Kalau tidak benar ya mundur," tukasnya.

Seperti diketahui, Jaksa Agung memberikan pernyataan kepada awak media bahwa Hary Tanoesoedibjo telah menjadi tersangka atas dugaan melakukan ancaman terhadap Jaksa Yulianto.

Sementara itu, Bareskrim Mabes Polri telah membantah bahwa petinggi Partai Perindo itu menjadi tersangka. Saat ini, kasus yang dilaporkan Jaksa Yulianto Januari 2016 lalu itu masih dalam tahap penyelidikan dan status Hary Tanoe sebagai saksi terlapor.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming