Image

Satgas Pangan di Jambi Sita Dua Ton Daging Celeng Beku

ant, Jurnalis · Selasa, 20 Juni 2017 - 13:23 WIB
Ilustrasi. (Foto: Okezone) Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAMBI - Tim Satuan tugas (Satgas) Pangan yang terdiri Satpol PP, Dinas Peternakan dan Polda Jambi berhasil menyita lebih kurang dua ton daging beku babi hutan (celeng) dari salah satu gudang di Jalan Lingkar Barat, Kota Jambi.

"Tim berhasil menemukan dan mengamankan dua ton daging celeng dari salah satu gudang di Kota Jambi, sedangkan pemiliknya saat ini masih berada di luar kota dan pekerjanya melarikan diri saat tim ke lokasi," kata Anggota Tim Satgas Pangan Jambi, AKBP Guntur Saputro, di Jambi, Selasa (20/6/2017).

Terungkapnya kasus daging celeng beku yang sudah tidak layak konsumsi tersebut setelah tim satgas pangan mendapatkan laporan dari warga. Setelah diselidiki sejak dua pekan lalu, gudang tersebut tidak beraktivitas dan tidak ada pasokan daging yang disimpan.

Guntur mengatakan, setelah dipantau terus akhirnya hari ini, tim menemukan sudah adanya aktivitas dan stok daging babi hutan atau celeng yang ada dalam lima tempat penyimpanan dingin berukuran besar berisikan daging babi hutan tersebut.

"Tim hari ini berhasil mengamankan dan menemukan adanya aktivitas dan barang bukti daging babi hutang atau celeng sebanyak lebih kurang dua ton di simpan pada tempat pendingin," kata Guntur yang juga Kasubdit I Ditkrimsus Polda Jambi itu.

Hasil pemeriksaan tim satgas pangan terhadap dokumen gudang tersebut, ternyata di pemilik bernama Poltak Parapat tidak memiliki izin sebagai tempat pemotongan dan penyimpanan daging hewan dan pelaku hanya memiliki izin SIUP yang sudah habis masa berlakunya.

Oleh dokter hewan yang turun langsung ke lokasi, daging celeng tersebut sudah tidak layak dikonsumsi lagi oleh masyarakat sehingga harus secepatnya dimusnahkan.

"Hasil pemeriksaan tim satgas pangan dinyatakan bahwa daging itu sudah tidak layak dikonsumsi dan menang harus dimusnahkan," kata Guntur didampingi dokter hewan dari dinas peternakan, Tika dan Afianty.

Untuk data sementara, pemilik dan pekerja gudang tersebut menerima daging celeng dari perburuan liar yang kemudian dipotong-potong untuk di simpan di dalam lemari es ukuran besar yang kemudian akan dikirim ke Jawa untuk dipasarkan di sana.

"Ada kemungkinan besar daging beku celeng itu akan dikirimkan ke Jawa dan dipasarkan di sana oleh pelaku," kata Guntur.

Atas temuan dan kasus itu, pemilik dan pekerja bisa dikenakan sesuai dengan Undang Undang Nomor 14 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming