Image

Kronologi Kaburnya Napi Lapas Tanjung Gusta, Gergaji Sel hingga Tabrak Rumah Warga

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Selasa, 20 Juni 2017 - 14:00 WIB
Mobil Avanza yang membawa napi kabur dari Lapas Tanjung Gusta ringsek usai tabrak pagar rumah warga (foto Polda Sumut) Mobil Avanza yang membawa napi kabur dari Lapas Tanjung Gusta ringsek usai tabrak pagar rumah warga (foto Polda Sumut)

MEDAN - Polda Sumatera Utara merilis hasil penyelidikan mereka terhadap peristiwa percobaan melarikan diri yang dilakukan dua narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta Medan bersama empat komplotan yang membantu mereka, Selasa (20/6/2016) subuh.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Rina Sari Ginting mengatakan, aksi melarikan diri itu terjadi sekira pukul 04:30 WIB.

Narapidana yang melarikan diri adalah Hussaini (35), nara pidana kasus pembunuhan yang sedang menjalani hukuman 11 tahun, Alhadi (30) narapidana kasus pembunuhan yang sedang menjalani hukuman 10 tahun. Lalu Rudi Rahman Bin Rasidin (32), napi kasus narkoba yang sedang menjalani hukuman 8 tahun penjara, dan Muliadi (30) narapidana yang tengah menjalani hukuman 7 tahun penjara. Namun muliadi tidak sempat melarikan diri karena kakinya patah.

"Napi atas nama Hussaiini dan Alhadi terpaksa dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut karena mengalami luka parah,"ujar Rina.

Sementara komplotan yang membantu para narapidana itu melarikan diri adalah Saparuddin (30) warga Aceh Besar, lalu Yulis, M Yusuf dan Fajar.

"Tiga komplotan tersebut yakni atas nama Yulis, M Yusuf dan Fajar, belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam kondisi terluka parah,"tukasnya.

Rina mengaku, dalam penyelidikan mereka dua orang saksi sudah diperiksa. Yakni seorang narapidana bernama Abdul Rahman dan seorang pegawai lapas bernama Anto Fredi. Berikut kronologi pelarian napi tersebut berdasarkan keterangan para saksi.

Saksi Abdul Rahman mengaku, sekira pukul 02.30 WIB pagi tadi, setelah ia membagikan makan sahur untuk para tahanan, dia mendengar suara seperti suara sedang menggergaji dan suara ribut. Olehnya sumber suara itu kemudian diteriaksi sambil ia menyepak dinding tembok.

"Lalu suara pun senyap . Tidak berapa lama mendengar suara orang berjalan diatas atap seng . Lalu oleh Abdul berteriak "siapa itu?" dan salah satu tahanan berada di ujung berteriak" itu ada orang" dan nampak tali yg sudah tergantung di dinding . Lalu Abdul Rahman Nasution berteriak memanggil pegawai sambil menggoncangkan pintu langsung datang tamping. Dan minta bantuan agar pegawai dipanggil karena ada tahanan lari," jelas Rina.

Sementara saksi Anto Fredi, sekitar pukul 03.30 WIB mendengar tahanan. dari Blok Straf sel 3A bahwasanya ada 4 tahanan yg berusaha melarikan diri. Ia kemudian memeriksa di belakang Blok Straf sel dan menemukan ada tali yang diikat di bagian pagar lapas dan dilihat talinya sudah tegang kemudian saksi mengecek menggunakan sepeda motor ke belakang lapas.

Sesampainya di belakang lapas, saksi bertemu dengan mobil Avanza hitam bernomor polisi BL 935 AZ dan salah satu orang di mobil keluar dan mengibaskan celurit ke saksi kemudian saksi mengelak dan menembakkan pistol ke pelaku. Akan tetapi pistol macet dan tidak dapat ditembakkan.

Kemudian saksi melihat masih ada pelaku di atas pagar dan menembakkan kembali ke atas dan mengenai satu pelaku akan tetapi pelaku langsung melarikan diri menggunakan mobil Avanza hitam BL 935 AZ.

"Sampai di Jalan Lembaga Permasyarakatan depan Perumahan Bali Indah mobil Avanza menabrak pagar rumah warga atas nama Jumasari dan Herry Purba. Mobil itu kemudian terbalik dan ringsek hingga para pelaku yang ada di dalam mobil terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit," tandas Rina.

Dari penyelidikan tersebut, jelas Rina, pihaknya mengamankan sebilah samurai, sebilah golok, dua bilah pisau, 1 tangga lipat, seutas tali nilon sepanjang 30 meter, seutas tali plastik, besi tenda, tas berwarna coklat, satu unit ponsel, sarung tangan, sebo dan mobil yang digunakan para pelaku.

"Selanjutnya kita melakukan pengamanan Lapas tanjung Gusta, lalu memeriksa para tersangka lebih dalam lagi untuk menggali motif mereka. Kita juga melakukan pemeriksaan terhadap manajemen lapas tanjung Gusta," tandasnya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming