Image

PPDB Terapkan Sistem Zonasi dan Usia

Ilustrasi : (Foto: Dok. Okezone)

Ilustrasi : (Foto: Dok. Okezone)

DEPOK – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017 akan menerapkan sistem zonasi seperti tertuang dalam tertuang dalam aturan Permendikbud No 17 Tahun 2017. Di mana, jarak yang terdekat dengan tempat tinggal calon peserta didik akan menjadi prioritas penerimaan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Thamrin, mengatakan penerapan zonasi tersebut berpengaruh pada nilai prioritas penerimaan. “Jarak yang paling dekat itu masuknya ring satu. Skornya 50. Begitu pendaftar memasukan alamat tempat tinggalnya, otomatis skor tersebut aklan masuk. Kami sudah buat pemetaan, tersebar di 63 kelurahan bisa dilihat website PPDB kami,” ungkap Thamrin, Senin (19/6/2017).

Aturan tersebut, lanjut dia, berlaku bagi calon peserta didik yang ingin masuk SD dan SMP. Karena, untuk pengelolaan SMA sudah diambil alih oleh Provinsi Jawa Barat. "Untuk SD ada diatur juiga soal usia. Yang usianya 7 tahun wajib diterima. Orangtua jangan memaksakan anaknya masuk SD tapi usianya masih 5 tahun. Itu akan itu mempengaruhi APM (angka partisipasi masyarakat) di SD,” jelasnya.

Thamrin juga memaparkan, daya tampung SMP negeri di Kota Depok hanya 7.900 orang, tetapi jumlah lulusan SD yang berlanjut ke SMP ada sekitar 30 ribu orang. “Jadi, orangtua juga harus paham ini. Jangan memaksakan di sekolah negeri. Apalagi bagi orangtua murid yang secara ekonomi mampu. Bisa masuk sekolah swasta. Di Depok ada 170 SMP swasta,” terang dia.

Ia juga menegaskan pihaknya akan menurunkan pengawas untuk memantau PPDB di setiap sekolah baik SD dan SMP. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah praktek-praktek curang seperti jual beli bangku.

"Intinya PPDB Itu tidak boleh ada pungutan biaya pendaftaran. Itu tidak boleh. Kami akan tetap berpegang sesuai ketentuan bahwa tidak ada pungutan dalam proses PPDB. Jangan sampai ada oknum yang melakukan pungutan," katanya.

Thamrin juga mengimbau kepada para orangtua siswa agar tidak memaksakan kehendak kepada anaknya. "Setiap kali acara perpisahan sekolah saya sampai kan ke orangtua siswa agar menyesuaikan kemampuan anak. Jika NEM-nya bagus ikut yang alami saja. Jangan masuk melalui jalur lain, kasian anak juga terbebani bisa merusak psikologis anak. Mereka kan masa depan kita," pungkasnya.(afr)

(sus)
Live Streaming
Logo