Image

Liburan Sekolah Diisi Dengan Kegitaan Kebudayaan

Ilustrasi : (Foto: Dok. Okezone)

Ilustrasi : (Foto: Dok. Okezone)

DENPASAR - Siswa-siswi SMA/SMK di Kota Denpasar mengisi waktu liburan dengan kegiatan bertajuk Widya Budaya yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali dari 20-22 Juni 2017.

"Lewat sejumlah kegiatan dalam Widya Budaya ini, kami ingin memberikan kegiatan yang positif pada para siswa. Selain berisi materi agama menyangkut tentang pendalaman tattwa (filsafat), juga diisi dengan praktik keagamaan dan budaya," kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha di sela-sela memberikan materi pada acara tersebut, di Denpasar.

Dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut materi dibawakan oleh sejumlah pembicara seperti Prof Suarka dari Universitas Udayana untuk materi mengenai Gegitan, Prof Dr I Wayan Dibia tentang Implementasi Seni Wali, Bebali dan Balih-balihan, Ida Pedanda Gede Kekeran dan Ida Pedanda Istri Oka Kekeran yang membawakan materi tentang filsafat agama Hindu dan praktik membuat banten (sesajen) suci.

"Bali itu tidak pernah lepas dari aktivitas kebudayaan yang implementasinya dijiwai oleh agama Hindu. Hal inilah yang membangun karakter masyarakat Bali yang sarat dengan nuansa kesejukannya," ucap Dewa Beratha.

Oleh karena itu, tambah dia, dengan kegiatan yang telah diagendakan tersebut diharapkan siswa-siswi peserta Widya Budaya dapat menularkan dan menjadi motivator di lingkungan sekitarnya.

"Di samping itu, mereka menjadi sadar bahwa sebagai seorang pelajar tidak saja berkewajiban mengisi diri dengan ilmu pengetahuan, namun mereka juga sebagai pewaris kebudayaan," ujarnya pada acara yang diikuti 100 siswa perwakilan SMA/SMK di Kota Denpasar itu.

Terkait dengan kesenian, lanjut dia, nantinya Prof Dibia juga akan mengajak para siswa untuk mempraktikkan seni pertunjukan Cak Kolosal.

Sedangkan di akhir kegiatan, para siswa juga diajak untuk mengunjungi tempat suci (matirta yatra) ke Pura Goa Lawah, Kabupaten Klungkung. "Dengan kegiatan matirta yatra ini, sekaligus dapat dikenalkan pada siswa tentang konsep Nyegara-Gunung (lautan dan gunung) dalam ajaran agama Hindu," katanya.

Ke depan, pihaknya berencana dapat melibatkan perwakilan SMA/SMK se-Bali untuk mengikuti kegiatan Widya Budaya ini sehingga masyarakat yang "ditularkan" nilai-nilai positif ini bisa menjadi lebih banyak.

"Tahun depan jika penganggarannya mencukupi untuk penginapan, mungkin pesertanya bisa berasal dari seluruh Bali, semua sekolah di Bali bisa terwakili," ucap Dewa Beratha.(afr)

(sus)
Live Streaming
Logo
breaking news x