Image

Kuatkan Karakter Anak Melalui Pesta Kesenian

Ilustrasi : (Foto: Dok. Okezone)

Ilustrasi : (Foto: Dok. Okezone)

DENPASAR - Pemerintah Provinsi Bali menyatakan ingin terus menguatkan karakter dan jati diri anak-anak tentang budaya setempat melalui sejumlah lomba "Nyastra" yang digelar pada ajang Pesta Kesenian Bali ke-39.

"Lomba Nyastra ini merupakan salah satu upaya untuk terus melestarikan bahasa, aksara dan sastra Bali. Kami ingin menguatkan karakter dan jati diri masyarakat sejak dari anak-anak," kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha di sela-sela pelaksanaan lomba tersebut, di Taman Budaya Denpasar.

Ada delapan jenis lomba Nyastra yang digelar serangkaian ajang PKB yakni lomba macecimpedan tingkat SD, lomba mesatua tingkat SD, lomba menulis Bali di lontar tingkat SMP, dan lomba pidarta berbahasa Bali tingkat SMP. Selain itu, ada juga lomba mengarang cerpen Bali modern, lomba membaca berita berbahasa Bali, lomba penulisan puisi Bali modern, dan lomba desain poster paribasa Bali.

"Tahun ini memang lebih banyak yang dipersiapkan terkait lomba Nyastra ini. Harapan kami, generasi muda tidak pernah tercerabut dari nilai-nilai kearifan lokal dan akar budaya di Bali yang memang banyak bersumber dari sastra," ujarnya.

Di dalam sastra-sastra Bali, tambah Dewa Beratha, juga sarat dengan ajaran tentang etika, dan moral sehingga akan menguatkan karakter masyarakat, meskipun dihadapkan pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus mengalami perubahan.

Di sisi lain, kata dia, sejalan dengan upaya pelestarian bahasa, aksara dan sastra Bali juga mulai tahun lalu telah diterjunkan para penyuluh bahasa Bali di setiap desa yang direkrut pemprov setempat.

"Selama ini penyuluh bahasa Bali sudah benar-benar melaksanakan tugasnya sehinga kami banyak mendapatkan ucapan terima kasih dari kabupaten/kota," ucapnya.

Penyuluh bahasa Bali oleh pemerintah kabupaten/kota dipandang telah bermanfaat dan sangat membantu, apalagi mereka banyak melakukan upaya penyelamatan lontar.

"Selain itu, dengan dibentuknya kelompok-kelompok belajar oleh para penyuluh, telah menjadi sarana untuk memotivasi anak-anak untuk mulai mengenal aksara Bali dan memahami bahasa Bali, yang ujung-ujungnya diharapkan mereka bisa melestarikan," kata Dewa Beratha.(afr)

(sus)
Live Streaming
Logo