Menyingkap 'Misteri' Pulomerak Besar, Sisa Letusan Gunung Krakatau

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 22 Juni 2017 03:32 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 21 340 1722016 menyingkap-misteri-pulomerak-besar-sisa-letusan-gunung-krakatau-gGwxUch8Od.jpg Sunset di Pulomerak Besar (Puteranegara/Okezone)

MERAK - Peristiwa bersejarah melutusnya Gunung Api Krakatau pada tahun 1883 membuat sebuah pulau yang ada di Selat Sunda menjadi terpisah. Salah satunya, yang tampak dari Pelabuhan Merak, yakni, Pulomerak Besar.

Pulomerak besar sendiri tidak memiliki penghuni yang terlalu banyak. Karena posisinya di tengah laut. Hanya warung yang menjual kebutuhan air dan ziarah aktif di sana.

Pulomerak besar nan indah dengan dukungan sinar matahari tenggelam itu, saat ini lebih sering dijadikan tempat untuk wisata ziarah. Tak jarang, ada pula yang sekadar menikmati keindahan alam.

Warga setempat, Rohman Gembong Jarong (RGJ) mengungkapkan, di Pulomerak Besar itu terdapat petilasan dari Ciung Wanara yang merupakan legenda di kalangan orang Sunda di Indonesia.

Tak hanya, Ciung Wanara, ternyata di Pulomerak besar itu juga ada petilasan dari Jampang yang merupakan legenda jawara Betawi.

Misterinya, Rohman mengatakan petilasan itu tiba-tiba sudah berada di Pulomerak Besar. Namun, jika melihat sejarah, tak heran apabila Ciung Wanara dan Jampang memiliki petilasan di lokasi tersebut. Mengingat, mereka kerap bertapa di mana-mana.

"Itu tiba-tiba sudah ada. Tapi sejarahnya, meraka memang sering melakukan perjalanan kemana-mana," kata Rohman saat berbincang dengan Okezone, Rabu (21/6/2017).

Kemudian, di Pulomerak Besar itu memiliki salah satu kuncen bernama Ustadz Udin yang memandu warga melakukan ziarah. Kuncen itu, dijelaskan Rohman, berguna untuk menunjukkan jalan, karena banyak yang tersasar jika berjalan sendirian.

Menariknya, Rohman menceritakan, Pulomerak besar memiliki 'penunggu'. Hal itu, diperkuat cerita rakyat yang sering mengingkap kisah misteri yang kerap dilihat warga. Dari kabar yang sering didengar, di Pulomerak terdapat harimau belang, kera dan kalong besar.

"Pulomerak besar di tengah laut logikanya, mereka para binatang itu dari mana," cerita Rohman sembari mengelus tangannya karena bulu kuduk berdiri.

Untuk menuju Pulomerak besar sendiri, masyarakat harus menyeberang menggunakan kapal kecil. "Naik perahu sebesar Rp 25 ribu," tutup Rohman.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini