nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sangkal Adanya Gusdurian Madura, Gusdurian Jatim Ngaku Tak Terlibat di Pilgub 2018

Syaiful Islam, Jurnalis · Kamis 22 Juni 2017 01:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 06 21 519 1722036 sangkal-adanya-gusdurian-madura-gusdurian-jatim-ngaku-tak-terlibat-di-pilgub-2018-hWoLFBvaEL.jpg

SURABAYA – Beberapa hari ini beredar berita pada sejumlah media yang mengangkat tentang adanya orang yang bernama Ra Fudoli. Dia mengaku sebagai ketua Gusdurian Madura, dan menyatakan akan mendukung Khofifah Indar Parawansa untuk maju di Pilgub Jatim 2018.

Kejadian tersebut berlangsung pada hari Minggu 18 Juni 2017, saat penyaluran bansos Program Keluarga Harapan (PKH) non tunai di Pendopo Kabupaten Sampang, Madura, Jatim.

Pada berita tersebut Ra Fadoli juga mengaitkan aksinya dengan Alissa Wahid (koordinator Jaringan Gusdurian Indonesia), serta menyatakan bahwa seknas gusdurian juga berpolitik praktis.

“Karena itu, kami perlu mengklarifikasi dan menegaskan bahwa sampai saat ini belum pernah dibentuk komunitas yang bernama "Gusdurian Madura",” terang Presidium Gusdurian Jatim, A’ak Abdullah Al Kudus, dalam keterangan resmi yang diterima, Okezone, Rabu (21/6/2017).

Menurutnya, yang terbentuk hanyalah Jaringan Gusdurian di Kabupaten Sampang dan Kabupaten Sumenep. Tidak ada perwakilan Gusdurian Madura maupun Pamekasan pada Rapat Koordinasi Nasional Jaringan Gusdurian terakhir.

Dalam daftar di Seknas Jaringan Gusdurian pun tidak ada nama Ra Fudoli sebagai pengurus di Jaringan Gusdurian, dan menolak klaim sepihak yang diduga adalah untuk menarik simpati dari Khofifah Indar Parawansa maupun dari publik.

“Jaringan Gusdurian adalah arena sinergi bagi para gusdurian (murid, penerus, pengagum pemikiran dan perjuangan Gus Dur) di ranah kultural dan non politik praktis,” ungkap A’ak.

Dengan semakin berkembangnya jaringan murid-murid Gus Dur, sambungnya, banyak yang mengaku dan mengatasnamakan komunitas Gusdurian untuk mendukung calon ini atau tokoh itu.

“Kami tegaskan bahwa Seknas Gusdurian teguh pada garis non politik praktis dan tidak pernah menyatakan dukungan kepada calon tertentu di setiap pilkada. Menjelang pilkada, akan selalu hadir Gusdurian musiman, yaitu gusdurian yang hanya muncul untuk kepentingan kekuasaan dengan mendukung calon tertentu,” paparnya.

Pada umumnya, mereka bukanlah orang-orang yang secara konsisten merawat warisan perjuangan Gus Dur dalam pendampingan rakyat. Para Gusdurian musiman ini bertujuan khusus yaitu mengkapitalisasi Gus Dur untuk kepentingan pilkada sesaat.

Koordinator Jaringan Gusdurian Alissa Wahid tidak pernah dan tidak akan pernah menyatakan dukungan politik ke tokoh tertentu, karena hal itu sudah keluar dari tujuan besar Jaringan Gusdurian Indonesia.

“Apabila ada pihak yang mengatasnamakan Gusdurian mendukung tokoh atau calon tertentu dalam pilkada, bisa dipastikan mereka bukan bagian dari Jaringan Gusdurian Indonesia. Dengan demikian, mereka tidak berhak mengatasnamakan Jaringan Gusdurian, Seknas Gusdurian, maupun Alissa Wahid selaku Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian,” tandasnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini