WNI Rantau di Inggris, Adaptasi Waktu hingga Bagi Tugas Masak Saat Ramadan

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Kamis 22 Juni 2017 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 22 18 1722400 wni-rantau-di-inggris-adaptasi-waktu-hingga-bagi-tugas-masak-saat-ramadan-54JDnwdbsC.jpg Lusi Catur Mahgriefie dan keluarganya merasakan Ramadan untuk pertama kali di Birmingham, Inggris. (Foto: dok. pribadi)

Ibu dua anak tersebut menambahkan, hal utama yang harus segera diatasi ia sekeluarga adalah perbedaan waktu. Chichi memaparkan, jika biasanya mereka tidur pukul 21.00, maka selama Ramadan jam tidur bergeser menjadi pukul 00.00 usai salat isya dan tarawih.

Tidur hanya 2 jam, Chichi harus segera bangun untuk menyiapkan makan sahur mengingat pkl 03.00 sudah masuk waktu salat subuh. Begitu juga jam makan malam. Chichi menyebut, sebelum puasa mereka biasa makan malam pukul 18.00. Namun selama Ramadan, baru pukul 21.00-lah mereka bisa berbuka puasa.

"Nah jadi harus penyesuaian jam psikologis lagi. Tapi nanti masuk musim dingin ya berubah lagi rutinitas kami. Jadi mau tidak mau harus adaptasi lagi karena jam psikologis juga berubah lagi," ujar wanita berhijab itu.

Acara buka puasa bersama Komunitas Indonesia dengan komunitas Muslim di University of Birmingham, Inggris. (Foto: dok. Kinanti S)

Selama Ramadan, Chichi dan keluarganya kerap berkumpul dengan Muslim dari berbagai negara untuk berbuka bersama. Tempat yang biasa menjadi tujuan buka puasa bersama adalah kampus sang suami, University of Birmingham.

"Sementara itu, buka puasa bersama di Masjid Jalalabad yang dekat rumah dikhususkan bagi kaum lelaki, perempuan tidak bisa ikutan. Demikian juga untuk salat, hanya untuk jamaah pria," kata Chichi.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini