nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Petugas Kebersihan Mogok, Yunani Dikepung Gunungan Sampah

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 23 Juni 2017 01:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 06 22 18 1722932 petugas-kebersihan-mogok-yunani-dikepung-gunungan-sampah-8qanZQMCzW.jpg Sampah yang telah menggunung membuat pihak berwenang meminta warga tidak mengeluarkan sampahnya. (Foto: EPA)

ATHENA – Tumpukan sampah tampak menggunung di beberapa kota di Yunani sejak awal pekan ini setelah ribuan petugas pengumpul sampah melakukan mogok kerja. Dampak pemogokan dapat dirasakan warga Yunani, terutama di daerah-daerah tujuan wisata seperti Athena.

Pada Kamis, 22 Juni, ribuan petugas kebersihan melakukan demonstrasi ke Kementerian Dalam Negeri Yunani di pusat kota Athena. Mereka cemas sekira 10 ribu pekerja akan kehilangan pekerjaan setelah kontraknya berakhir.   

Para demonstran dilaporkan sempat membakar tumpukan sampah di luar kementerian dan melemparkan cat ke arah gedung. Polisi menggunakan gas air mata untuk mencegah pengunjuk rasa menyerbu ke dalam.

Selama beberapa hari sebelumnya, anggota serikat pekerja telah menahan truk-truk sampah untuk memasuki depot utama seiring dengan sengketa kontrak yang makin memanas. Akibatnya sejumlah trotoar di kota dipenuhi sampah yang sulit dilalui pejalan kaki.

Pejalan kaki menutup hidung saat melewati barikade sampah dan terkadang memilih menyeberang ke trotoar di arah berlawanan. Situasinya lebih buruk di dekat pusat bisnis seperti restoran yang menghasilkan banyak sampah setiap hari.

Ini bukan pertama kalinya pekerja kebersihan di Yunani menggelar unjuk rasa. Biasanya pemerintah meminta warga untuk tidak buru-buru mengeluarkan sampah mereka dan menahannya di dalam selama mungkin. Namun, kali ini cuaca dan gelombang panas diprediksi akan datang dan sampah tidak mungkin disimpan di dalam.

Suhu di Athena pada Kamis berada di 32 derajat Celcius dan diperkirakan akan meningkat dalam beberapa hari mendatang. Pihak berwenang telah mendesak warga dan pengusaha untuk tidak membuang sampah mereka.

Diwartakan BBC, Jumat (23/6/2017), sengketa antara pemerintah dengan petugas kebersihan bermula dari upaya untuk memperbaharui kontrak para pegawai kota yang berstatus sementara. Namun, upaya itu ditolak oleh pengadilan karena dianggap melanggar undang-undang.

Menteri Dalam Negeri Panos Skourletis telah berjanji kepada serikat pekerja untuk mencari solusi untuk masalah ini. Dia menawarkan posisi tetap bagi sekira 2.500 pekerja yang terancam terkena PHK.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini