nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Prajurit TNI Gerebek Gudang Pembuat Miras Oplosan Bermerek di Bengkulu

Demon Fajri, Jurnalis · Jum'at 23 Juni 2017 04:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 06 22 340 1722886 prajurit-tni-gerebek-gudang-pembuat-miras-oplosan-bermerek-di-bengkulu-ck0PUA0yWh.jpg Ilustrasi

BENGKULU - Jajaran Korem 041/Garuda Emas (gamas) Bengkulu, menggerebek gudang pembuatan minuman beralkohol atau minuman keras (miras) ilegal di Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu.

Dari penggerebekan itu, prajurit TNI mengamankan enam drum, yang diduga tempat pembuatan minol oplosan bermerek. Personel juga mengamankan puluhan botol miras berbagai merek yang diduga sudah dioplos.

Danrem 041/Gamas Bengkulu, Kolonel Inf Agung Pambudi mengatakan, lokasi tersebut diduga sebagai pemasok miras bermerek ke sejumlah tempat hiburan malam di seluruh kabupaten/kota di Bengkulu.

''Gudang ini diduga sebagai tempat pembuatan minuman beralkohol oplosan ilegal. Kita mengamankan enam drum dan puluhan minuman beralkohol dengan berbagai merek yang diduga sudah dioplos,'' kata Agung, Kamis (22/6/2017).

Agung menjelaskan, tempat hiburan sekaligus menjadi lokasi pengoplosan miras jenis bermerek tersebut, diduga sudah beroperasi sejak lima tahun lalu. Di mana, kata dia, minuman bermerek itu diperjualbelikan ke tempat hiburan malam di seluruh Bengkulu.

Miras ilegal tersebut sangat mirip dengan miras legal. Hanya saja, jelas Agung, yang membedakan tidak adanya bea cukai di botol minol tersebut. ''Sudah cukup lama beroperasi. Pemilik memasok minuman beralkohol ini ke tempat hiburan malam di Bengkulu. Untuk pemilik tempat hiburan malam, berhasil melarikan diri,'' jelas Agung.

Sementara itu, Kasubsi Penindakan, Kantor Wilayah (Kanwil) Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai, Tipe Madya Pabean C Bengkulu, Deptika Sevanu Rismawan mengatakan, lokasi pembuatan miras yang digerebek diduga sudah beroperasi sejak lima tahun terakhir.

Selain itu, ia menambahkan, pemilik sekaligus pembuat minol oplosan, bakal dijerat UU RI Nomor 11 tahun 1995 tentang cukai Jo UU RI Nomor 39 tahun 2007 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 1995 tentang cukai.

"Diduga lokasi tersebut sudah beroperasi lima tahun, dan minuman beralkohol itu dipasok ke tempat hiburan malam," pungkas Deptika.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini