nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Protes Kematian Warga Kulit Hitam Berakhir Ricuh, Enam Polisi Terluka

Silviana Dharma, Jurnalis · Senin 26 Juni 2017 15:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 06 26 18 1724800 protes-kematian-warga-kulit-hitam-berakhir-ricuh-enam-polisi-terluka-yqxe5L1S4Y.jpg Polisi antihuru-hara bentrok dengan massa. (Foto: PA)

LONDON – Massa yang berkumpul membawa spanduk bertuliskan ‘Black Lives Matter’ dan ‘Justice for Edson’ di Forest Gate, London bagian timur, bentrok dengan polisi antihuru-hara pada Minggu 25 Juni 2017 sore waktu Inggris. Mereka berunjuk rasa menuntut keadilan ditegakkan bagi seorang warga kulit hitam bernama Edir Frederico Da Costa.

Polisi mencegat mobil yang dikendarai pemuda 25 tahun itu di Newham pekan lalu. Setelah turun, dia kabarnya dipukuli oleh petugas dan wajahnya disemprot dengan gas air mata. Costa kemudian dilarikan ke rumah sakit, tetapi meninggal enam hari kemudian, yakni pada 21 Juni.

Hal ini memicu kemarahan publik. Polisi sendiri tengah menyelidiki kasus yang dilakukan oknum tersebut. Akan tetapi, massa tak percaya. Mereka lantas turun ke jalan agar penyelidikan disegerakan.

Aksi protes itu sayangnya berakhir ricuh karena massa melempari polisi dengan proyektil dan benda lainnya. Insiden ini menyebabkan enam petugas terluka, empat sudah dibawa ke rumah sakit. Dua di antaranya dalam kondisi terluka parah. Seorang pria polisi menderita luka di bagian wajah, sedangkan seorang perempuan polisi terluka di bagian kepala.

Polisi antihuru-hara berupaya membubarkan massa yang diperkirakan mencapai 200 orang. Akan tetapi, beberapa orang menolak dibubarkan. Massa yang marah selanjutnya mulai menghancurkan segala yang ditemuinya. Beberapa memukul hancur mobil yang terparkir di jalan, ada pula yang melakukan pembakaran.

Hal ini membuat kesal warga yang tinggal di sekitarnya. Salah satu penduduk yang sedang berjalan menuju rumahnya mengatakan, “Beberapa orang berjaga. Ada juga yang berteriak meminta massa berhenti melemparkan proyektil agar yang terluka bisa dirawat. Lemparan-lemparan itu membuat banyak orang marah.”

Zaeem Husein (28), kesal. Massa memecahkan kaca mobilnya. Padahal mobil itu hanya terparkir di jalan, tidak melakukan kesalahan apa pun. “Situasinya menegangkan. Banyak barang milik warga jadi bulan-bulanan massa, mobil dibakar. Mobil saya termasuk yang dirusak tanpa sebab,” ungkapnya, seperti disitat dari Standard, Senin (26/6/2017).

Ia juga melihat beberapa orang mengendarai sepeda dan membawa batu. Mereka berkeliling seperti punya tugas khusus untuk merusak properti warga.

“Saya sangat marah. Kalau mau berunjuk rasa silakan saja. Tapi mengapa harus merusak properti warga? Kami juga menuntut keadilan yang sama,” ujar Husein.

Seorang saksi mata lain, Cindy Wijaya, menyebut kericuhan itu sangat menakutkan, “Sangat menakutkan melihat semua kericuhan yang mereka buat sendiri. Tetapi mereka tidak menyakiti penduduk di sini,” terangnya.

Buntut dari kejadian ini, polisi menangkap empat orang atas dakwaan melakukan pembakaran dengan sengaja dan perusakan barang orang lain.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini