nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ribuan Warga Tulungagung Sandang Status ODHA

Solichan Arif, Jurnalis · Minggu 02 Juli 2017 05:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 07 01 519 1726596 ribuan-warga-tulungagung-sandang-status-odha-Wv2TpDNfwm.jpg Foto: Ilustrasi

TULUNGAGUNG - Secara akumulatif jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Tulungagung  mencapai 1.698 kasus. Sebanyak 32 kasus dengan rata-rata lima tewas setiap bulan tercatat di enam bulan terakhir (Januari-Juni) tahun 2017 ini.

"Jumlah kasus terus meningkat. Akumulasi kasus hingga tahun 2016 saja sebanyak 1.666 kasus, "ujar Kasi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung Didik Eka kepada wartawan.

Kasus kematian di tahun 2017 memperpanjang statistik kematian orang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA). Terhitung sejak kasus pertama kali ditemukan di tahun 2006, sebanyak 228 ODHA tewas.

Sebagian besar tidak secara langsung disebabkan virus HIV/AIDS. Rata rata akibat penyakit penyerta yang berubah ganas setelah sistem kekebalan tubuh penderita terkoyak.

Berkaca pada masih banyaknya ODHA yang bersikap tertutup serta enggan berobat ke klinik VCT, menurut Didik kasus kematian akan terus meningkat. Ketidaktaatan ODHA mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) secara rutin juga membuat virus semakin kebal. Dampaknya potensi kematian akan semakin meningkat.

"Bagi yang sudah mengonsumsi ARV hendaknya terus rutin jangan terputus," ucap Didik.

Masih maraknya praktik esek-esek terselubung, termasuk warung remang dan seks bebas diperkirakan masih menjadi faktor peningkat kasus HIV/AIDS di Tulungagung. "Selain itu juga pengguna narkoba, khususnya pemakai jarum suntik dan perilaku berganti pasangan," tuturnya.

Menanggapi hal ini aktivis Pusat Pengkajian Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Imam Ma'ruf menilai status darurat HIV/AIDS patut disematkan di Tulungagung. Sebab ribuan angka kasus yang terinventarisasi bukan jumlah yang kecil. Situasi ini dinilai rawan menimbulkan keresahan di masyarakat secara luas.

"Pemerintah bersama seluruh pihak terkait harus segera bergegas mengambil langkah yang lebih efektif. Sebab fenomena yang terjadi tidak bisa dipandang remeh," ujarnya.

(ran)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini