Bentrok Antar Pendukung Cabup Mulia, 4 Warga Kena Panah & 10 Honai Dibakar

Agregasi Antara, · Minggu 02 Juli 2017 16:57 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 02 340 1726909 bentrok-antar-pendukung-cabup-mulia-4-warga-kena-panah-10-honai-dibakar-rNSbPVTgUv.jpg foto: Illustrasi Okezone

PAPUA - Tercatat empat orang mengalami luka panah dan 10 honai (rumah khas masyarakat pegunungan Papua) dibakar dalam pertikaian antar pendukung, pasangan calon bupati dan wakil bupati di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal membenarkan terjadinya aksi saling menyerang antar pendukung, yakni pendukung pasangan nomor urut satu yang dibantu pendukung calon wakil bupati dari no urut dua dengan pendukung pasangan nomor urut 3.

"Memang benar telah terjadi aksi saling menyerang antar pendukung sejak pagi, yang diawali penyerangan dilakukan pendukung nomor 1 dibantu calon wakil bupati nomor 2 ke posko pemenangan paslon nomor 3 yang berada di Kampung Pagaleme, Distri Pagaleme," kata Kamal, Minggu (2/7/2017).

Pilkada di Kabupaten Puncak Jaya diikuti tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati yakni nomor urut 1 paslon Yustus Wonda-Kirenius Telenggen, Hanock Ibo-Rinus Telenggen dan Yuni Wonda-Deinas Geley.

Dikatakan aksi saling serang itu menggunakan panah berawal sekira pukul 03.00 WIT massa nomor urut 1 melepaskan panah ke posko pemenangan pasangan nomor urut 3, namun tidak diindahkan sehingga sekitar pukul 05.15 WIT mereka menyerang posko tersebut hingga terjadi aksi saling serang yang menyebabkan empat orang mengalami luka panah.

Aksi tersebut berhasil dipisahkan setelah anggota brimob terus berupaya melerai pertikaian tersebut dan sekitar pukul 07.10 WIT Ketua Klasis GIDI Mulia Pdt.Dainus Game mendatangi posko yag bertikai dan meminta para pendukung agar tidak boleh berperang .

Selain itu, Ketua GIDI Mulia juga meminta para pendukung untuk menunggu hasil keputusan MK terkait sengketa pilkada.

Menurutnya, dari laporan yang diterima empat korban panah Onius Telenggen (40), Imanus telenggen (22), Dolingga Telenggen (40) dan Kalinus Weya (42). Akibat pertikaian tersebut, 10 honai, tujuh unit rumah papan, dan dua unit motor dibakar.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini