nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PM Singapura Tidak Ingin Konflik Keluarga Dibawa ke Pengadilan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 03 Juli 2017 20:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 07 03 18 1727733 pm-singapura-tidak-ingin-konflik-keluarga-dibawa-ke-pengadilan-Y4DO93p03v.jpg Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong tidak ingin konflik keluarga dibawa ke pengadilan (Foto: Reuters)

SINGAPURA – Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong tidak ingin konflik keluarga yang sedang terjadi dengan kedua adiknya dibawa ke pengadilan. Anak sulung Lee Kuan Yew itu enggan menuntut saudara sekandungnya untuk kasus fitnah terhadap penyalahgunaan kekuasaan.

Sebagaimana diberitakan, Lee Wei Ling dan Lee Hsien Yang menuduh kakaknya menggunakan aparat negara untuk menekan keduanya. Konflik tersebut diduga terkait dengan status masa depan rumah yang pernah ditinggali ketiga bersaudara itu selama puluhan tahun.

“Dalam situasi normal, faktanya, dalam situasi lain yang bisa dibayangkan, saya akan menggugat mereka secepatnya,” ujar Lee Hsien Loong dalam pernyataan resmi di parlemen, seperti dimuat Reuters, Senin (3/7/2017).

“Tindakan seperti itu hanya akan semakin memperburuk nama kedua orangtua saya, sementara proses hukum yang berlarut-larut akan mengalihkan perhatian dan membuat warga Singapura tersesat. Karena itu, saya tidak memilih jalan pengadilan,” tukas pria berusia 65 tahun itu.

Sikap sang perdana menteri disayangkan oleh pemimpin Partai Pekerja yang merupakan oposisi pemerintah, Low Thia Khiang. Menurutnya, Lee Hsien Loong seharusnya tetap membawa kasus ke pengadilan sehingga tidak ada alasan kedua adiknya diperlakukan berbeda dari rakyat biasa.

Low menambahkan, jika memang kedua adik Hsien Loong memiliki bukti penyalahgunaan kekuasaan, sebaiknya segera dibuka ke publik. Hal itu lebih baik daripada hanya sekedar cuap-cuap di media. 

“Pemerintah harus segera bergerak maju. Saya pribadi bingung dengan drama keluarga Lee. Bagaimanapun juga, ini bukan drama Korea,” tukas Low Thia Kiang.

Kedua adik Hsien Loong, Hsien yang dan Wei Ling, mengklaim ayahnya ingin rumah tersebut dihancurkan daripada diubah menjadi monumen ketika meninggal dunia pada 2015. Keduanya menuduh Hsien Loong dan istrinya, Ho Ching, menentang keinginan terakhir mendiang pendiri Singapura, Lee Kuan Yew.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini