Wilayahnya Diterobos, China Tuduh India Langgar Pakta 1890

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Selasa 04 Juli 2017 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 03 18 1727861 wilayahnya-diterobos-china-tuduh-india-langgar-pakta-1890-VwVxhXyCvd.jpg Salah satu pos perbatasan antara India dengan China (Foto: India Today)

BEIJING – Insiden dugaan penerobosan oleh tentara India ke wilayah China berbuntut panjang. Beijing menuduh New Delhi tidak mengindahkan pakta yang diteken pada 1890 antara Inggris dan China di mana India sudah berkomitmen untuk menghormati perjanjian perbatasan tersebut.

Insiden penerobosan tersebut terjadi pada pekan lalu di Sikkim yang disepakati pada 1890. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang mengatakan, pemerintah India sudah pernah menegaskan komitmen lewat perjanjian tertulis.

“Pakta harus dihormati, itu adalah prinsip dasar dari hukum internasional. Peristiwa tersebut sangat serius. India melanggar perjanjian bersejarah tersebut dan juga piagam PBB. Kami meminta India menarik tentaranya dari Sikkim,” ujar Geng Shuang, seperti dimuat Reuters, Selasa (4/7/2017).

Wilayah perbatasan sepanjang 3.500 kilometer (km) itu terletak di Negara Bagian Sikkim, India, dan Donglang, China. Negeri Tirai Bambu menuduh tentara India menyeberang ke Donglang pada awal Juni sehingga mengganggu pekerjaan pembangunan jalan di wilayah dataran tinggi tersebut.

Tentara dari kedua negara kemudian saling berpapasan satu sama lain di wilayah yang dikontrol China tersebut, yang memisahkan India dengan sekutu dekatnya Bhutan. Pemisahan tersebut membuat China memiliki akses ke wilayah yang disebut sebagai Leher Ayam itu.

Kementerian Luar Negeri India pada Jumat 30 Juni lalu mengingatkan China bahwa pembangunan di dekat jalanan perbatasan memiliki implikasi keamanan serius. Sejumlah pengamat meyakini, India melakukan intevensi tersebut untuk mewakili Bhutan. Sebab, kerajaan kecil di Pegunungan Himalaya tersebut tidak termasuk dalam perjanjian 1890.

Sengketa tersebut sesungguhnya terjadi antara Bhutan dengan China, bukan India dengan China. Bhutan pekan lalu mengatakan, jalanan yang dibangun tersebut masih berada dalam wilayah kedaulatannya.

Masalah tersebut bisa saja diangkat di sela-sela KTT G-20 di Hamburg, Jerman, pada 7-8 Juli 2017. Sebab, Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden China Xi Jinping sama-sama hadir dalam gelaran tersebut. Geng Shuang tidak tahu dengan pasti apakah keduanya akan bertemu karena sejumlah agenda bilateral Xi Jinping sedang disusun.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini