nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usai Libur Lebaran, Gubernur Banten "Kebut" Kerjaan

Mahesa Apriandi, Jurnalis · Senin 03 Juli 2017 17:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 07 03 340 1727701 usai-libur-lebaran-gubernur-banten-kebut-kerjaan-Z5xKMXKYUI.jpg foto: Okezone

SERANG - Gubernur Banten Wahidin Halim langsung menggeber pekerjaannya dalam memimpin Pemprov Banten, bersama wakilnya Andika Hazrumy.

Betapa tidak, begitu libur Lebaran 1438 Hijriah berakhir, di hari pertama masuk kerja, Wahidin langsung mengumpulkan semua pejabat di lingkungan Pemprov Banten untuk membahas program kerja tahun anggaran 2018 yang tengah berjalan.

Didampingi Andika, Wahidin memimpin rapat secara maraton di aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemprov Banten yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB.

Dalam rapat tersebut, semua pejabat eselon II pimpinan OPD atau organisasi perangkat daerah yang seluruhnya berjumlah 41 OPD hadir. Rapat sempat di skor selama 1 jam pada pukul 12.00 WIB untuk istirahat dan rapat kembali dilanjutkan pada pukul 13.00 WIB. Rapat yang dilakukan secara tertutup dari awak media itu akhirnya selesai sekitar pukul 16.00 WIB.

“Tadi kita membahas tentang program kerja di tahun anggaran 2017 yang harus selesai paling lambat semuanya pada November. Ini agar programnya bisa berkelanjutan di perubahan (APBD-P 2018),” kata Wahidin, Senin (3/7/2017).

Diungkapkan Wahidin, dari laporannya yang diterima dalam rapat tersebut, progress pelaksanaan anggaran pada APBD 2017 rata-rata sudah mencapai 40 persen. Wahidin mengaku, dirinya menekankan agar pelaksanaan anggaran pada sejumlah pembangunan fisik harus mendapatkan prioritas.

“Kami ingin agar pembangunan jalan di jalur-jalur wisata yang dianggarkan tahun ini bisa rampung semuanya,” imbuhnya.

Sekretaris Daerah Pemprov Banten Ranta Suharta mengatakan, rapat tersebut beragendakan pembahasan tentang persoalan-persoalan yang terjadi dalam pelaksanaan anggaran di APBD 2017 ini.

“Besok kita rapat lagi dan agendanya baru kita akan bahas soal anggaran,” kata Ranta.

Meski begitu, Ranta tidak membantah jika pelaksanaan anggaran APBD 2017 sampai saat ini baru terealisasi rata-rata di angka 40 persen. Ranta juga membenarkan jika fokus Pemprov Banten saat ini terkait program kerja dan anggaran diantaranya adalah yang menyangkut pembangunan infrastruktur.

“Memang seperti di DMBTR (dinas bina marga dan tata ruang) itu kendalanya masih seputar lelang. Makanya kalau ada yang gagal lelang, di perubahan itu nanti tidak boleh (dilanjut), karena kan waktunya di perubahan itu sempit,” ungkapnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini