nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Puting Beliung Terjang Pematang Raya, Baliho hingga Atap Rumah Beterbangan

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Kamis 06 Juli 2017 11:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 07 06 340 1729850 puting-beliung-terjang-pematang-raya-baliho-hingga-atap-rumah-beterbangan-3oIX3nYgxs.jpg Baliho yang tumbang akibat puting beliung. (Foto: Sindonews/Ist)

SIMALUNGUN - Pemerintah Kabupaten Simalungun bergerak cepat mengatasi dampak angin puting beliung yang terjadi di Pematang Raya. Selama satu jam wilayah ini dilanda angin puting beliung, banyak pohon dan baliho tumbang serta atap rumah penduduk beterbangan.

"Kami langsung berkoordinasi dengan Camat Raya serta dinas terkait untuk segera melakukan peninjauan serta pendataan rumah penduduk yang terkena bencana angin puting beliung," ucap Mudahalam Purba, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simalungun, Rabu 5 Juli 2017.

Mudahalam Purba mengakui, sudah memerintahkan Camat Raya segera mendata masyarakat yang terkena dampak angin puting beliung. Selain itu, masyarakat juga terus melakukan koordinasi dengan dinas sosial untuk segera memberikan bantuan kepada masyarakat.

"Proses pendataan adalah langkah paling pertama yang bisa dilakukan. Hal ini untuk mengetahui rumah warga yang rusak akibat angin puting beliung," bebernya.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar segera melapor kepada panghulu (kepala desa) sehingga mempermudah pendataan. Selain itu Pemerintahan Kabupaten Simalungun juga meminta agar masyarakat untuk segera keluar dari tempat tinggal apabila terjadi angin puting beliung.

Sementara itu, Camat Pematang Raya, Agustina Simanjorang mengatakan, dampak angin puting beliung paling banyak menimbulkan kerusakan di Kelurahan Sondi Raya dan Kelurahan Pematang Raya. "Akibat angin puting beliung, banyak pohon bertumbangan, rumah atap warga juga terbang, serta kabel listrik banyak yang putus. Untuk kabel listrik kita sudah berkoordinasi dengan pihak PLN," bebernya.

Kemudian, untuk pohon yang tumbang, sudah dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup. Hasilnya, pohon yang tumbang sudah ditebang sehingga arus lalu lintas sudah lancar kembali.

Sedangkan untuk baliho yang roboh, pihaknya juga meminta bantuan kepada BNPB serta pihak keamanan. "Untuk jumlah rumah yang rusak, masih dilakukan pendataan. Yang pasti untuk Kecamatan Pematang Raya terdiri 17 Nagori dan 5 kelurahan," tukasnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini