nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelajar dan Mahasiswa Dominasi Pengguna Narkoba Tertinggi Nasional

Prabowo, Jurnalis · Jum'at 07 Juli 2017 00:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 07 06 510 1730472 pelajar-dan-mahasiswa-dominasi-pengguna-narkoba-tertinggi-nasional-vL9tQDJv5U.jpg Ilustrasi (Foto: Antara)

YOGYAKARTA - Peredaran dan pengunaan narkoba di Yogyakarta sangat memprihatinkan. Sebab, sebagian besar penyalahguna narkoba justru dilakukan oleh pelajar dan mahasiswa.

"2,6% pengguna narkoba didominasi pelajar dan mahasiswa dari total penduduk Yogya sebanyak 3,6 juta," kata Kepala Bidang Pemberantasan Badan Nasional Narkoba Provinsi (BNNP) DIY, AKBP Mujiyana, Kamis 6 Juli 2017.

Celakanya, kata dia, peredaran narkoba ditengarai dilakukan oleh residivis yang mendekam di balik jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan (LP). "Yogyakarta ini menempati peringkat pertama nasional untuk pengguna narkoba kalangan pelajar dan mahasiswa," katanya.

Data itu diperoleh setelah BNN dan Universitas Indonesia melakukan penelitian pada akhir tahun 2016 lalu. Jumlah penduduk yang lebih sedikit dan pelajar mahasiswa yang menuntup ilmu, maka penelitian menempatkan DI Yogyakarta di atas Jakarta, Riau, Surabaya, dan Bandung.

"Selain faktor lingkungan dan pergaulan, salah satu penyebab utama pelajar dan mahasiswa menggunakan narkoba karena tidak ada perhatian dari orangtua," katanya.

Yogyakarta, kata dia, menjadi pasar potensial bagi para pengedar. Dengan ketatnya kawasan perbatasan, pengedar lebih suka menyimpan narkoba di wilayah pinggiran seperti Kebumen, Wonosobo, Magelang, Klaten, dan Temanggung setelah mendatangkan dari Jakarta.

Konsep transaksi narkoba terputus atau tidak langsung, pengedar lebih memilih mengedarkan dalam paket-paket kecil hemat yang ditanam di banyak jalan utama DI Yogyakarta. Lewat jalur pertemanan, pengedar akan menunjukkan lokasi barang bisa diambil setelah pembeli mentransfer sejumlah uang.

"Dari beberapa pengungkapan kasus, BNNP memastikan para pemain lama yang saat ini mendekam di LP juga ikut bermain. Hal ini disebabkan banyaknya keuntungan penjualan yang didapatkan dibandingkan dengan kota lain," katanya.

Misalnya, untuk 1 gram sabu-sabu jika di Jakarta bisa didapatkan dengan kisaran Rp1 juta. Maka di DI Yogyakarta dengan berat serupa pengguna harus mengeluarkan Rp1,5-Rp2 juta. Terkait hasil penelitian BNN, Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X meminta aparat kepolisian lebih meningkatkan pengawasan di kawasan pelajar terutama di Depok, Sleman yang merupakan pusat perguruan tinggi.

"Saya juga berharap kepolisian juga mempublikasi hasil tangkapan narkoba secara lengkap. Hal ini bertujuan menimbulkan efek jera bagi pengguna yang lain maupun keluarga pelaku," katanya.

(ran)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini