Ada Pungli di Penerimaan Siswa Baru, Segera Lapor!

Agregasi Antara, · Kamis 06 Juli 2017 14:28 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 06 65 1729939 ada-pungli-di-penerimaan-siswa-baru-segera-lapor-kyigcSPcio.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

KENDARI - Ombudsman Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) kini membuka posko pengaduan masyarakat terkait jika ada praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan pihak sekolah dalam melakukan proses penerimaan siswa baru tahun ajaran 2017.

Kepala Ombudsman Perwakilan Sultra, Aksa di Kendari, Kamis (6/7/2017) mengatakan, masyarakat bisa secara langsung mengadukan laporan bila menemukan ada sekolah melakukan pungutan liar (pungli) terkait penerimaan siswa baru.

"Untuk mencegah terjadinya pungli dalam proses penerimaan siswa baru, maka Ombudsman mengimbau kepada seluruh sekolah agar tidak melakukan praktik mal administrasi dalam penerimaan siswa baru," ujaranya.

Ombudsman, kata Aksa, terus melakukan pemantauan guna memastikan tidak adanya praktik liar yang dilakukan oknum sekolah dalam hal untuk meloloskan calon peserta didik yang mungkin tidak terjaring dalam rekrutmen siswa baru karena persyarakat nilai ujian nasionalnya tidak mencukupi.

Ia menjelaskan, hingga kini pihaknya masih melakukan pemantauan dan monitoring di lapangan terkait proses penerimaan murid baru di seluruh wilayah Sultra, khususnya di Kota Kendari.

"Apabaila ditemukan adanya pungli dalam penerimaan siswa baru, maka Ombudsman akan mengkoordinasikan dengan Tim Saber pungli agar segera ditindak sesuai dengan kewenangan yang dimiliki," ujar Aksa.

Ia juga mengimbau kepada semua pihak, terutama masyarakat untuk sama-sama mengawasi bila ada kecurangan dalam proses penerimaan siswa baru, karena pada dasarnya setiap calon siswa berhak untuk mendapat pendidikan di sekolah mana saja sepanjang memenuhi syarat yang ditentuntan.

"Hingga saat ini, pihak Ombudsman belum mendapatkan laporan dari masyarakat terkait adanya praktik mal administrasi di dalam penerimaan peserta didik baru," katanya.

Di Kota Kendari, ada beberapa sekolah yang menjadi favorit bagi calon peserta didik untuk memaksakan diri masuk di sekolah itu walaupun hasil nilai Ebtanas-nya itu dianggap rendah, sehingga tidak menutup kemungkinan dari pihak sekolah untuk melakukan perekrutan dengan syarat, calon siswa harus menyediakan uang bangku dan uang gedung hingga mencapai jutaan rupiah per orang.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini