nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia-Turki Sepakat Produksi Tank Kaplan Bersama

Silviana Dharma, Jurnalis · Jum'at 07 Juli 2017 07:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 07 07 18 1730654 indonesia-turki-sepakat-produksi-tank-kaplan-bersama-JQIn5MBSUb.jpg Presiden RI Jokowi dan Presiden Turki Erdogan. (Foto: dok. Setkab RI)

ANKARA – Pertemuan antara Presiden Indonesia Joko Widodo dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menghasilkan sejumlah kesepakatan bilateral. Salah satunya di bidang industri pertahanan, kedua kepala negara sepakat untuk meluncurkan tank kelas menengah yang merupakan hasil produksi bersama, yakni Kaplan MT.

“Industri pertahanan adalah salah satu bidang kerjasama yang mengalami peningkatan signifikan. Saya menyambut baik hasil konkret kerjasama industri pertahanan, antara lain berupa peluncuran tank kelas menengah ‘Kaplan’ produksi bersama Indonesia dan Turki,” kata Presiden Jokowi di Ankara, seperti dikutip dari rilis Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Jumat (7/7/2017).

Tank produksi Indonesia-Turki, Kaplan MT. (Foto: dok. Turki IDEF 2017)

Selain memproduksi tank bersama, pemerintah Indonesia dan Turki juga sepakat untuk mengembangkan kerjasama kedirgantaraan. Kesepakatan tersebut telah dituangkan ke dalam nota kesepahaman (MoU) antara PT Dirgantara Indonesia dengan Turkish Aerospace Industry.

"Tadi juga telah disepakati untuk menambah kerjasama di bidang pembuatan kapal selam dan truk. Ini juga akan segera ditindaklanjuti oleh tim dari kedua negara," tambahnya.

Kerjasama potensial lain yang berhasil disepakati, meliputi bidang yang menjadi prioritas kedua negara. Seperti perdagangan, investasi, energi dan penanggulangan terorisme.

Dalam bidang perdagangan, Indonesia dan Turki berupaya mengembalikan tren positif perdagangan dan investasi kedua negara. Upaya tersebut dilakukan salah satunya melalui negosiasi Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA), diikuti pengurangan hambatan perdagangan, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif.

Sementara itu, di bidang energi, Indonesia memperoleh sokongan dalam hal penyediaan energi listrik di wilayah kepulauannya. Sebelum ini, sejumlah kapal pembangkit listrik asal Turki telah beroperasi di Medan, Amurang, Bolok, dan Ambon untuk memenuhi kebutuhan aliran listrik masyarakat di wilayah tersebut.

"Penguatan kerjasama di bidang energi difokuskan pada pemenuhan kebutuhan energi listrik di kawasan kepulauan Indonesia, antara lain melalui penggunaan power ship atau kapal penyedia pasokan listrik," terang Presiden Jokowi.

Adapun dalam hal penanganan terorisme global, kedua negara memiliki pandangan yang sama soal itu. Keduanya juga bersepakat untuk berbagi informasi intelijen yang diikuti dengan pembangunan sistem teknologi informasi intelijen untuk semakin mempermudah penanganan terorisme global.

Usai melakukan kunjungan kenegaraan ke Turki, Presiden Joko Widodo langsung bertolak menuju Hamburg, Jerman. Mantan Wali Kota Solo itu dijadwalkan menghadiri KTT G-20 pada 7-8 Juli 2017 serta memberikan pidato kunci mengenai terorisme.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini