nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Berterima Kasih Turki Dukung Pencalonan Indonesia Jadi DK Tak Tetap PBB

Silviana Dharma, Jurnalis · Jum'at 07 Juli 2017 10:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 07 07 18 1730674 jokowi-berterima-kasih-turki-dukung-pencalonan-indonesia-jadi-dk-tak-tetap-pbb-WHmqwPOlmA.jpg Presiden RI Joko Widodo bertemu dengan pengusaha Turki. (Foto: dok. Setkab RI)

ANKARA – Turki menyatakan mendukung pencalonan Indonesia menjadi Dewan Keamanan Tidak Tetap PBB periode 2019-2020. Untuk itu, Presiden Joko Widodo tak lupa menyampaikan apresiasi secara langsung dalam kunjungan kenegaraannya ke Ankara menemui Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Sebelumnya, sejumlah negara juga telah menyatakan dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap di Dewan Keamanan PBB. Perlu diketahui, Jamrud Khatulistiwa bersaing ketat dengan Maladewa dalam pencalonan ini di tingkat Asia.

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi pernah mengatakan dukungan yang masuk untuk Indonesia sudah cukup banyak. Lebih dari 100 negara. Ia optimis Nusantara untuk keempat kalinya akan bisa berkontribusi kembali di PBB pada 2019 mendatang.

Sejak bergabung dengan PBB pada 28 September 1950, Indonesia sudah tiga kali terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan lembaga perdamaian internasional tersebut. Pertama pada 1974-1975, lalu pada 1995-1996 dan terakhir untuk periode 2007-2008.

Kedatangan Jokowi ke Turki merupakan bagian dari kunjungan kenegaraan sekaligus balasan atas Kunjungan Erdogan ke Jakarta pada 2015. Cuaca cerah menyambut kedatangan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut saat tiba di Bandar Udara Internasional Esenboga Havalimani, Ankara, Turki‎, pada Rabu 5 Juli pukul 19.30 waktu setempat. Rombongan presiden menempuh penerbangan sekira 14 jam dari Tanah Air.

Hari pertama, Jokowi lebih dulu Mausoleum Attaturk (Anitkabir). Di sana terletak makam Mustafa Kemal Ataturk, tokoh pendiri dan Presiden pertama Republik Turki. Presiden Jokowi berdoa dan meletakkan karangan bunga sesuai tradisi kunjungan resmi para pemimpin negara.

Ia baru menemui Erdogan pada hari berikutnya. Sebelum menyampaikan pernyataan pers bersama Presiden Jokowi dan Presiden Erdogan menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerjasama di berbagai bidang potensial, meliputi industri pertahanan, perdagangan, investasi, energi dan penanggulangan terorisme.

Setelah itu, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengikuti jamuan santap siang bersama bersama Presiden Erdogan dan Ibu Negara Turki, Emine Erdoğan.

Usai melakukan kunjungan kenegaraan ke Turki, Presiden Joko Widodo langsung bertolak menuju Hamburg, Jerman. Mantan Wali Kota Solo itu dijadwalkan menghadiri KTT G-20 pada 7-8 Juli 2017 serta memberikan pidato kunci mengenai terorisme.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini