nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Astaga! Guru BK Cabuli Siswinya hingga Hamil

Agregasi Harian Jogja, Jurnalis · Jum'at 07 Juli 2017 12:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 07 07 510 1730828 astaga-guru-bk-cabuli-siswinya-hingga-hamil-jwyBli7qZ2.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

BANTUL - Seorang anak perempuan di bawah umur menjadi korban kejahatan seksual salah gurunya di salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Bantul. Pelaku yang tak lain gurunya sendiri tersebut terancam hukuman 15 tahun penjara.

Kepolisian Bantul kini tengah menangani kasus kejahatan terhadap anak berinisial AA, 16 warga Kecamatan Imogiri Bantul. Siswi di salah satu madrasah di Bantul itu dilaporkan menjadi korban persetubuhan gurunya sendiri berinisial P yang usianya terpaut jarak 38 tahun.

Informasi yang dihimpun, Guru Bimbingan Konseling (BK) itu melakukan hubungan seksual berkali-kali hingga korban mengandung. Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan, polisi telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus yang dilaporkan sejak 20 Juni itu.

“Saat ini sedang dalam proses penyelidikan. Kami harus melihat berbagai sisi sebagai permulaan yang cukup untuk menaikkan kasus ini ke penyidikan,” terang Anggaito Hadi Prabowo, sabagaimana dikutip dari laman Harian Jogja, Jumat (7/7/2017).

Polisi kata dia, juga telah menyita sejumlah barang bukti seperti pakaian milik korban, termasuk konten percakapan keduanya melalui telepon seluler dengan meminta bukti ke provider jasa telefon seluler. Anggaito memastikan, dalam waktu dekat kasus ini dapat ditingkatkan ke penyidikan dan menetapkan pelaku sebagai tersangka.

Warga Sabdodadi, Bantul itu kata dia, dapat dijerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak (UUPA) dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Ia memastikan, tidak ada toleransi pada pelaku kejahatan terhadap anak.

Kendati kabar yang terdengar, korban tidak mengalami pemaksaan saat melakukan hubungan seksual, namun selama korban masih anak-anak pelaku tetap menjadi pihak yang bersalah.

“Selama dia masih anak-anak, sesuai UUPA pelaku tetap salah. Seandainya korban memaksa berhubungan seksual, pelaku tetap harus menolak tidak boleh melakukannya karena dia masih anak-anak,” tandasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini