nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Asyik Ngopi di Rumah, Bandar Sabu Ditangkap Polisi

Nanang Fahrurozi, Jurnalis · Sabtu 08 Juli 2017 09:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 07 08 340 1731644 asyik-ngopi-di-rumah-bandar-sabu-ditangkap-polisi-LbumyQOWeO.jpg foto: Illustrasi Okezone

SAROLANGUN - RH (43) warga Sri Pelayang Kecamatan Sarolangun, Jambi tak berkutik ketika diamankan polisi, RH yang diduga bandar narkoba jenis sabu sabu itu langsung di gelandang ke Polres Sarolangun.

Penangkapan RH, berawal ketika Satuan Resnarkoba Polres Sarolangun mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa dilingkungan tersebut ada pengedar narkoba yang sering mengedarkan sabu di desanya. mendapat informasi itu, petugas langsung bergerak.

Lalu, polisi berhasil mengamankan seorang diduga pelaku tindak pidana narkotika RH di rumahnya yang beralamat di RT 07 Lingkungan Sri Pelayang Kelurahan Sarolangun Kembang, Kecamatan Sarolangun, saat sedang mengopi.

Petugas langsung melakukan penggeledahan badan pelaku, dan petugas mengeluarkan kantong kecil dari saku celana sebelah kanan yang dipakai pelaku.

Setelah dibuka kantong kecil tersebut, polisi berhasil menemukan 16 klip plastik kecil berisi serbuk kristal putih bening diduga narkotika jenis sabu-sabu, Kemudian dari saku celana sebelah kiri yang dipakai pelaku ditemukan uang senilai Rp5 juta diduga hasil penjualan sabu.

Tak hanya disitu saja, kemudian petugas melakukan penggeledahan dirumah pelaku dan di kamar depan rumah pelaku ditemukan 55 klip plastik kosong, satu unit alat timbangan elektronik warna hitam, Kemudian petugas membawa pelaku dan juga barang buktinya dibawa ke Polres Sarolangun guna proses lebih lanjut.

Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana membenarkan penangkapan RH.

"Dari tangan pelaku, kita berhasil mengamankan barang bukti berupa 16 klip plastik berisi serbuk kristal putih bening diduga narkotika sabu-sabu netto keseluruhan 3,56 gram," kata Dadan, Sabtu (8/7/2017).

Selain itu, ia juga menyebutkan barang bukti yang berhasil diamankan berupa uang, satu klip plastik berisi 41 klip plastik kecil kosong, satu klip plastik berisi sembilan klip plastik kecil kosong, satu klip plastik berisi lima klip plastik kecil kosong, satu alat timbangan elektronik warna hitam.

"Pelaku akan dijerat dengan Pasal 114 dan 112 undang-undang 35 tahun 2009, dengan ancaman pidana penjara minimal 5 tahun, maksimal 12 tahun, denda Rp1 miliyar dan maksimal Rp10 miliyar," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini