nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bejat, Tetangga Cabuli Bocah Kelas 2 SD Hingga Demam

Ade Putra, Jurnalis · Minggu 09 Juli 2017 02:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 07 09 340 1731919 bejat-tetangga-cabuli-bocah-kelas-2-sd-hingga-demam-OzL0d8Izp0.jpg Ilustrasi pencabulan (foto: Okezoe)

SINTANG - Kasihan, bocah kelas 2 SD di Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat berinisial Sa ini menjadi korban pencabulan. Pelakunya tak lain tetangganya sendiri, Ramli alias Tutat. Kini bocah berumur tujuh tahun itu masih dalam keadaan trauma. Dan, Tutat sudah ditangkap kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Sintang AKP Eko Mardianto menjelaskan Tutat berhasil ditangkap di kediamannya, Rabu (5/7/2017). Penangkapan pria 30 tahun itu ditangkap berdasarkan laporan ibu Sa, NR (41).

"Hasil pemeriksaan sementara, perbuatan bejat itu dilakukan tersangka pada Jumat 16 Juni 2017 sekira jam sembilan pagi," kata Eko, Sabtu (8/7/2017) pagi.

Terungkapnya perbuatan ini, lanjut Eko, ketika keesokan harinya NR merasa aneh disaat melihat celana anaknya basah dan berdarah. "Kemudian sore harinya korban merasa demam. Dan pada saat kencing korban mengeluarkan darah dan lendir putih," jelas Eko.

Melihat kejanggalan-kejanggalan ini, NR semakin curiga bahwa anaknya mengalami perbuatan yang tak wajar. Lantas NR membawa korban ke pukesmas terdekat. Namun pihak pukesmas merujuk korban ke RSUD Ade M Djoen Sintang. "Korban dirawat inap di rumah sakit selama empat hari tiga malam," terang Eko.

Karena kondisi korban membaik, ia diperbolehkan pulang ke rumah. Setibanya di rumah, korban baru berani membuka cerita kepada ibunya. "Korban cerita kalau dia dicabuli oleh tersangka. Lalu, ibu korban yang tak terima membuat laporan ke kepolisian," tutur Eko.

Saat dilakukan penangkapan di kediamannya, tersangka tak berkutik. Ia pasrah ketika digelandang ke Mapolres. Petugas juga menyita barang bukti pakaian terakhir yang dipakai korban saat mendapat perbuatan bejat tersebut. Serta melakukan visum terhadap korban.

Saat ini, tersangka masih ditahan di Mapolres Sintang. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini