nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Gagalkan Pengiriman 10 Kg Ganja dari Aceh

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Selasa 11 Juli 2017 00:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 07 10 340 1732995 polisi-gagalkan-pengiriman-10-kg-ganja-dari-aceh-SFhIZj5Jvc.jpg Barang bukti yang disita polisi. (Wahyudi AS/Okezone)

MEDAN – Personel polisi dari Polsekta Patumbak, Resort Kota Besar (Restabes) Medan, menggagalkan pengiriman sebanyak 10 kilogram narkoba jenis ganja asal Aceh. Ganja tersebut rencananya akan dipasarkan di wilayah Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.


Pengungkapan 10 kilogram ganja itu berhasil dilakukan setelah polisi berhasil menangkap NS (26),  warga Desa Paya Pasie, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, yang menjadi kurir barang haram itu.

“Tersangka kita amankan dari salah satu pool bus yang ada di Jalan Sisingamangaraja, Marindal, Kota Medan pada Sabtu 8 Juli 2017 kemarin. Bersama tersangka kita sita narkoba jenis ganja seberat kurang lebih 10 kilogram,” kata Afdal Junaidi, Kapolsek Patumbak, Senin (10/7/2017).

Afdal menyebutkan, penangkapan terhadap NS dilakukan setelah pihaknya mendapatkan informasi terkait adanya pengiriman narkoba dari Aceh menuju Rantauprapat via Medan. Mendapatkan informasi tersebut, polisi kemudian melakukan penelusuran hingga berhasil mengidentifikasi tersangka saat akan berangkat menuju Rantauprapat dengan menumpang bus.

“Tersangka kita ringkus tanpa perlawanan,” sambung Afdal.

Saat ini kata Afdal, pihaknya sudah memeriska pelaku. Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui bahwa tersangka NS merupakan kurir suruhan seorang narkoba berinisial D alias K, yang merupakan warga Kota Langsa, Provinsi Aceh. Tersangka NS diminta mengirim narkoba itu ke Rantauparapat dengan upah senilai Rp2 Juta.

“Ganja tersebut dikirim dari Lhokseumawe, Aceh atas perintah seseorang berinisial D alias K yang kini sudah profilenya telah kita masukkan dalam daftar pencarian orang (DPO). Rencananya ganja tersebut akan dikirimkan kepada seseorang di Rantauparapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Saat ini kita masih pengembangan untuk mengejar pemilik dan penerima ganja tersebut,” tandasnya.

Aktivitas pengiriman ganja dari Aceh menuju Medan memang sangat aktif. Tak kurang 3-4 kali pengiriman yang berhasil ditangkap setiap bulannya, dengan volume pengiriman sekitar 10 kilogram.

Jalur darat dipilih sebagai alternatif terbaik untuk menghindari ketatnya pengawasan pengiriman lewat moda transportasi laut maupun udara.

Meski razia dia jalur perbatasan Aceh-Sumut terus digelar setiap harinya, namun para bandar tak gentar dan terus mengirimkan kurir-kurir mereka untuk mengedarkan ganja. Di Sumut sendiri sejumlah daerah telah ikut menanam ganja. Seperti di wilayah perbukitan Tapanuli Selatan dan sekitarnya.

Ganja asal wilayah itu bahkan kini bersaing dengan ganja Aceh menembus pasar Jakarta dan wilayah lainnya di Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Bali dan Papua. (sym)

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini