nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Akhirnya Guru BK yang Cabuli Siswinya di Bantul Masuk Bui

Prabowo, Jurnalis · Selasa 11 Juli 2017 00:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 07 10 510 1733005 akhirnya-guru-bk-yang-cabuli-siswinya-di-bantul-masuk-bui-Gax2MNGWM4.jpg Ilustrasi Okezone

YOGYAKARTA - LSM Jogja Police Watch mengapresiasi kinerja polisi terkait penanganan dugaan kasus persetubuhan oknum guru bimbingan konseling salah satu MTs Negeri di Bantul terhadap muridnya hingga hamil. Guru berinisial P itu kini sudah ditahan pihak kepolisian Bantul.

"Atas perbuatan tersangka P yang dilakukan terhadap muridnya yang masih dibawah umur, kini tersangka ditahan di Polres Bantul. Dan, diancam dengan Undang-undang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana lima hingga 10 tahun penjara," kata Kepala Divisi Humas JPW, Baharuddin Kamba, Senin (10/7/2017).

Ada beberapa catatan yang disampaikan, yakni mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh jajaran Polres Bantul dengan menangkap dan menetapkan guru BK berinisial P (54) sebagai tersangka.

"Perlu adanya keberanian dari orangtua maupun korban jika terjadi tindak asusila. Jangan sampai ditutupi-tutupi karena mungkin dianggap tabu namun perlu adanya keberanian untuk melapor," katanya.

Hukum setimpal, kata dia, layak dijatuhkan kepada tersangka karena selain mencoreng cita pendidikan di Bantul, DIY, khususnya juga merusak masa depan korban. Namun berat ringannya hukum tergantung dari alat bukti dipersidangan nantinya dan pasal yang disangkakan oleh pihak penyidik kepolisian.

"Kami, JPW berkomitmen untuk terus mengawal perkara ini hingga vonis di pengadilan," katanya.

Sebelumnya, pada hari Kamis, 6 Juli lalu menerima aduan dari warga perihal kasus ini. Celakanya, siswi dibawah umur berinisial A ini tengah berbadan dua. Usia kehamilan menginjak 6 bulan.

Keluarga korban sudah mengadukan ke polisi beberapa waktu lalu. Kurang dari satu minggu, jajaran Polres Bantul, DIY, telah menetapkan guru BK tersebut sebagai tersangka sejak tanggal 8 Juli 2017 dan sebelumnya pada tanggal 7 Juli 2017 tersangka ditangkap saat berada dirumah korban dan menginginkan adanya mediasi, namun ditolak oleh pihak keluarga.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini