nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sindikat Perampok Sadis Diringkus, Seorang Pelaku Ternyata Perempuan

krjogja.com, Jurnalis · Senin 10 Juli 2017 13:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 07 10 512 1732567 sindikat-perampok-sadis-diringkus-seorang-pelaku-ternyata-perempuan-yv03uTzPgo.jpg kawanan perampok sadis dibekuk polisi (Foto: KRjogja)

BOYOLALI – Para anggota sindikat perampok yang menembak mati korbannya di Desa Paras, Kecamatan Cepogo, awal bulan Juni 2017 lalu, akhirnya berhasil dibekuk. Dari hasil penyelidikan, dalam waktu tiga bulan, sindikat kejahatan tersebut sudah melakukan empat kali kejahatan di wilayah hukum Polres Boyolali.

Tujuh anggota sindikat tersebut yakni Rasidi alias Kantong (42) warga Getasan, Kabupaten Semarang, merupakan otak sindikat sekaligus eksekutor, Setiyono alias Remos (43), Mulyadi (35), dan Agung Hariyanto (32), Nugroho (35), Randi (32), dan Triyani alias Anik (31). Tiap anggota mempunyai peran masing-masing, termasuk Triyani, satu-satunya anggota perempuan, yang bertugas mencari korban dan melakukan survei sebelum melakukan perampokan.

Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhie mengatakan, para anggota sindikat tersebut berasal dari wilayah, yakni dari Magelang, Semarang, Salatiga, dan Boyolali. Identitas sindikat tersebut terkuat setelah polisi menyelidiki rekaman CCTV saat mereka melakukan perampokan di Desa Paras, Cepogo, 3 juni lalu, yang berhasil mengungkap jenis motor, pakaian, serta alat perampokan.

Dari hasil penyidikan, yang mencari korban adalah Triyani. Ia lalu melakukan survei dengan Rosidi. Sedang saat eksekusi, Rosidi dibantu oleh Setiyono yang mengawasi lingkungan sekitar.

“Sebelum perampokan, pelaku sudah memantau korban di tempat kerjanya di Pasar Cepogo. Saat sampai di rumahnya, Rosidi, si eksekutor, berupaya merebut tas Suparno yang berisi uang sepuluh juta namun korban melakukan perlawanan. Anak Korban, Tri Darmoko, ikut membantu orang tuanya namun kemudian ditembak Rosidi menggunakan senjata api rakitan,” terang Kapolres, dikutip dari laman KRjogja, Senin (10/7/2017).

Selain perampokan di Paras, sambung Kapolres, dalam kurun waktu April hingga Juni, komplotan tersebut juga melakukan tindak pidana lain di Boyolali, yakni dua kali di Kecamatan Cepogo dan satu lainnya di Kecamatan Kemusu.

Dari empat perampokan tersebut, polisi berhasil mengumpulkan berbagai barang bukti, di antaranya motor, pakaian, sebilah sangkur dan pedang katana, serta satu senjata air soft gun dan satu senjata api rakitan dengan beberapa butir peluru.

“Di antara para pelaku ini banyak yang residivis, rata-rata pelaku pencurian dengan kekerasan. Si Rosidi ini yang paling banyak terlibat,” terangnya.

Sementara itu satu-satunya anggota perempuan, Triyani, mengaku terlibat karena diajak Rosidi dengan peran mencari sasaran dan melakukan survey dan pemetaan wilayah.

“Saya sudah tiga kali terlibat. Saat aksi pertama, saya diberi uang Rp300 ribu,” ucap Triyani.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini