Image

Tito Karnavian Ingin Pensiun Dini, DPR: Jadi Kapolri Harus Siap Ambil Risiko

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa, 11 Juli 2017 - 12:47 WIB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (dok. Antara) Kapolri Jenderal Tito Karnavian (dok. Antara)

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Daeng Muhammad angkat bicara mengenai pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang berencana ingin pensiun dini sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara.

Menurut Daeng, sebagai seorang Kapolri, Tito seharusnya sudah siap mengambil risiko apapun untuk menjadi kepala kepolisian Republik Indonesia.

"Setiap Kapolri yang berani ambil sikap, jadi Kapolri harus ambil risiko dari jabatan itu. Tidak bisa kita menikmati jabatan atau tanpa mau mengambil akibat dari jabatan itu," kata Daeng di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (11/7/2017).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu merasa heran dengam pernyataan Tito Karnavian. Dia mengungkapkan bahwa selama menjalin komunikasi politik dengan Komisi III DPR RI, Tito tidak pernah menyatakan hal tersebut.

Saat disinggung apakah niat pensiun dini Tito merupakan strategi untuk menuju kursi Calon Presiden dan Wakil Presiden Indonesia, Daeng enggan berspekulasi lebih dalam.

"Silakan tanya Tito. Saya tidak mau berasumsi dengan itu. Kalau Tito atau anda berpendapat lain, ya itu hak anda," tutup dia.

Diketahui sebelumnya, Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian mengisyaratkan ingin pensiun dini sebagai orang nomer satu di tubuh Korps Bhayangkara. Tito memilih tak ingin menjadi Kapolri terlama lantaran masih memiliki waktu lima tahun lagi untuk pensiun.

"Saya sampaikan. Kalau saya boleh pilih, saya tidak ingin selesai sampai tahun 2022. Kenapa? Terlalu lama, tidak baik bagi organisasi, tidak baik bagi saya sendiri. Bayangin, saya jadi Kapolri 6 tahun, anggota dan organisasi akan bosan," kata di Lapangan Silang Monas, Gambir, Jkarta Pusat, kemarin.‎

Polri‎, sambung Tito, merupakan organisasi yang butuh penyegaran. Sebab itu, Polrgi memerlukan regenerasi dalam waktu yang tepat. Apalagi, jabatan orang nomer satu di Korps Bhayangkara meemiliki tekanan yang berat dan memicu tingkat stres yang tinggi atau stressfull.‎

"Saya katakan, jadi Kapolri itu penuh dengan kehidupan stressfull dan juga banyak persoalan-persoalan. Karena itu, saya juga punya hak menikmati hidup bersama keluarga dalam kehidupan less stressfull," jelasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming