Usai Lebaran, Pemerintah Akan Fokus Awasi Para Pendatang

Agregasi Antara, · Selasa 11 Juli 2017 08:46 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 11 340 1733291 usai-lebaran-pemerintah-akan-fokus-awasi-para-pendatang-jmlNgWDjOh.jpg Ilustrasi pengawasan para pendatang. (Foto: Dokumentasi Okezone)

KUPANG – Wali Kota Kupang Jonas Salean memerintahkan aparat kelurahan dan kecamatan setempat fokus memantau serta mengawasi pendatang baru yang muncul setelah libur Lebaran 2017. Hal ini guna memastikan keberadaan tambahan penduduk di sana.

"Selain mengawasi kemungkinan masuknya oknum pendatang yang berbahaya, tetapi juga untuk memastikan adanya penambahan warga baru di setiap lingkungan masing-masing kelurahan," kata Jonas di Kupang dalam menjawab langkah antisipasi mengawasi kemungkinan masuknya penduduk baru tanpa identitas di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu usai libur Idul Fitri 1438 Hijriah, Selasa (11/7/2017).

Ia menuturkan, Kota Kupang sebagai ibu kota provinsi yang juga menjadi sentra pemerintahan dan pusat perdagangan serta jasa menjadi daya tarik tersendiri bagi warga dari daerah lain di provinsi berbasis kepulauan ini juga daerah lainnya.

Hal tersebut tentunya harus sesuai prosedur yang berlaku jika memasuki sebuah daerah baru. Minimal ada surat resmi dari pemerintah daerah asal terkait pemindahan penduduk bersangkutan.

Oleh karena itu, penting bagi seluruh jajaran pemerintah di kelurahan untuk lakukan pengawasan agar bisa tertib penduduk. Kerjasama para RT dan RW di wilayah kerja masing-masing menjadi mutlak. "Aturan warga pendatang baru wajib melapor 1x24 jam harus benar-benar terlaksana," jelasnya.

Pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kupang juga diingatkan untuk melakukan operasi justisi guna mengantisipasi masuknya warga ilegal di daerah ini. "Apalagi di tengah situasi marak teroris. Wajib hukumnya dilakukan aksi itu," tuturnya.

Setiap pemilik pemondokan atau indekos agar lebih teliti menerima penghuni baru yang akan mendiami tempat jasa penginapan yang ada. Koordinasilah dengan pihak kelurahan setempat untuk memastikan keberadaan warga baru itu. "Minimal dengan pihak RT dan RW setempat," kata Jonas.

Anggota Satpol PP bersama Dinas Sosial, lanjut dia, akan dikerahkan melakukan penertiban di setiap pasar dan tempat umum lainnya untuk mengantisipasi kemungkinan terdapatnya warga dan anak-anak luar daerah yang bekerja alakadarnya tanpa tempat tinggal yang pasti alias tunawisma.

Untuk jenis ini sangat dimungkinkan banyak terjadi di Kota Kupang. "Saya sudah minta dinas sosial untuk mendatanya dan mengambil langkah teknis berkoordinasi dengan dinas sosial provinsi mencari jalan keluarnya," ucap dia.

Prinsipnya, guna mengantisipasi masuknya pendatang baru ilegal dan kemungkinan masuknya oknum penduduk lainnya yang bisa membawa ancaman seperti teroris, Pemerintah Kota Kupang perketat pengawasan.

Warga diharapkan bisa ikut bekerja sama dengan segera melaporkan ke aparat jika menemukan ada wajah baru di lingkungan tempat tinggalnya. Hal itu untuk memastikan bahwa wajah baru itu pendatang baru yang aman memiliki identitas resmi.

"Semua ini demi keamanan dan kenyamanan warga dan daerah ini pada umumnya," pungkas Jonas.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini