nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Tangkap 4 Tersangka Penggelapan Motor, Salah Satunya Gadis Remaja

Agregasi Waspada Online, Jurnalis · Selasa 11 Juli 2017 11:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 07 11 340 1733388 polisi-tangkap-4-tersangka-penggelapan-motor-salah-satunya-gadis-remaja-tZB56D6iWK.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

LHOKSEUMAWE – Kepolisian Resort Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh berhasil meringkus empat orang tersangka yang diduga terlibat dalam kasus tindak pidana penipuan atau penggelapan. Mereka diringkus di dua tempat yang berbeda.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budimanmenyebutkan, keempat tersangka yakni YA (27) dan seorang gadis berinisial IS (18), keduanya tercatat sebagai warga Desa Selayang, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kemudian NR (34) asal Desa Alur Itam, Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur, dan MA (37) asal Desa Paya Laman, Kecamatan Bandar Alam, Kabupaten Aceh Timur.

“YA dan IS diringkus di Desa Puenteut Lhokseumawe dan Simpang KKA Dewantara Aceh Utara. Lalu, dari hasil pemeriksaan YA dan IS tim kepolisian melakukan pengembangan menuju wilayah hukum Polres Aceh Timur dan Aceh Tamiang. Dan berhasil meringkus dua tersangka NR dan MA di Aceh Timur,” ujar Kapolres melalui Kabag Ops, Kompol Ahzan, Senin 10 Juli 2017.

Dari penangkapan itu, polisi berhasil mengamankan barang bukti tiga unit sepeda motor. Para tersangka diringkus berawal dari adanya tiga laporan pengaduan masyarakat tentang tindak pidana penggelapan. Salah satu yang melaporkan adalah Heri Murtala (20), warga asal Desa Paya Dua, Kecamatan Bandar Baro, Kabupaten Aceh Utara.

Dijelaskannya, Senin (3/7) sore sekira pukul 16.00 WIB bertempat di Simpang KKA Kecamatan Dewantara, melintas seorang kakek bersama cucunya, IS. Heri dan IS serta kakek tersebut saling kenal sehingga Heri menyapa keduanya dan bertanya kepada si kakek hendak kemana.

“Si kakek dengan panggilan Nek Ti menjawab bahwa ia bersama IS hendak pergi ke Simpang KKA namun tidak ada ojek. Lalu Heri menawarkan untuk mengantarkan keduanya langsung ke tempat dengan meminjam sepeda motor milik Munardin. Setibanya di tujuan, IS meminjam sepeda motor yang ia tumpangi tadi untuk menjemput temannya, namun tak kembali,” tukas Ahzan.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini