Tolong! 45.230 Warga di Gunungkidul Alami Krisis Air

Agregasi Sindonews.com, · Selasa 11 Juli 2017 12:40 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 11 510 1733464 waduh-45-230-warga-di-gunungkidul-alami-krisis-air-B6hRSJtp1j.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

YOGYAKARTA -  Sedikitnya 32 desa di Kabupaten Gunungkidul DIY mulai krisis air. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat, krisis air bersih ini menimpa 45.230 warga yang ada di 254 dusun.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Budhi Hardjo mengatakan, sebagian warga sudah mengajukan bantuan dropping air ke pemerintah kabupaten.

Sedangkan lainnya mulai membeli air dari truk tangki swasta. "Karena permintaan mulai banyak yang masuk, kita putuskan melakukan dropping air gratis," terangnya kepada wartawan, Selasa (11/7/2017).

Dijelaskan, sebanyak tujuh armada tangki, mulai Senin 10 Juli 2017 dikeluarkan dan langsung melakukan dropping. Tujuh kecamatan yang mulai kekeringan langsung disasar truk tangki milik pemkab tersebut.

Beberapa kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Panggang, Purwosari, Tepus, Tanjungsari, Paliyan, Rongkop, dan Kecamatan Girisubo. "Wilayah yang mengalami kekeringan saat ini tersebar di 32 desa. Untuk skala dusun ada 254 dusun dengan jumlah kepala keluarga 9.046, dan terdiri 45.230 jiwa," jelasnya.

Budhi menambahkan, data jumlah jiwa yang membutuhkan air tersebut merupakan data dari bawah. Pihaknya langsung mengambil data dari kecamatan yang mendapatkan permintaan dari desa yang sudah mengalami kekeringan. "Data kita berdasarkan permintaan. Kemungkinan masih akan bertambah seiring dengan datangnya musim kemarau," pungkasnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini